- Rihlah Hasanah menjadi program rutin Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari untuk belajar melalui pengalaman di luar lingkungan pondok.
- Santri mencoba olahraga padel dan golf sambil belajar sportivitas, kerja sama, konsentrasi, disiplin, dan kesabaran.
- Perjalanan tersebut menjadi sarana memperluas wawasan, membangun kemandirian, dan mempererat ukhuwah antarsantri.
AYWS – Belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Bagi para santri Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, Gunungkidul, pengalaman belajar juga bisa hadir melalui perjalanan, olahraga, dan kebersamaan.
Semangat itulah yang dibawa dalam kegiatan Rihlah Hasanah, program rutin yang digelar sebulan sekali oleh Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari. Pada Rihlah Hasanah kali ini, para santri diajak menjelajahi sejumlah destinasi edukatif di Yogyakarta, Jumat lalu (19/9/2026).
Bukan sekadar melepas penat dari rutinitas pesantren, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan, melatih kemandirian, sekaligus mempererat ukhuwah.
Dua aktivitas olahraga menjadi bagian menarik dalam perjalanan kali ini. Para santri mendapat kesempatan mencoba padel di Lab Entrepreneur AYWS, kemudian melanjutkan pengalaman dengan bermain golf di Asram Driving Range, Denggung Sleman.
Menemukan Kebersamaan dari Lapangan Padel
Destinasi pertama menghadirkan pengalaman yang mungkin belum akrab bagi sebagian santri. Mereka diajak mengenal sekaligus mencoba olahraga padel. Suasana permainan berlangsung penuh semangat. Para santri saling menyemangati, tertawa, dan menikmati setiap kesempatan mencoba olahraga tersebut.
Di balik keseruan itu, ada nilai yang ikut dibangun. Padel menjadi sarana bagi para santri untuk belajar sportivitas, kerja sama, disiplin, serta keberanian mencoba sesuatu yang baru. Permainan juga mempertemukan para santri dalam suasana yang lebih santai. Mereka dapat berinteraksi, saling mendukung, dan membangun kekompakan melalui aktivitas sederhana di lapangan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ukhuwah tidak selalu tumbuh melalui kegiatan formal. Kebersamaan juga dapat hadir ketika para santri bermain, belajar, tertawa, dan menghadapi pengalaman baru bersama.
Dari Padel Beralih ke Golf
Perjalanan kemudian berlanjut ke Asram Driving Range. Jika padel mengajak para santri bergerak aktif dan membangun kekompakan, golf menghadirkan pengalaman yang berbeda. Para santri diperkenalkan dengan olahraga yang membutuhkan konsentrasi, ketenangan, koordinasi, ketepatan, dan kesabaran.
Dengan rasa ingin tahu, mereka mencoba mengayunkan stik golf dan mengarahkan bola menuju sasaran. Tidak semua pukulan langsung berhasil. Sebagian harus mengulang percobaan beberapa kali. Namun, justru proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran.
Para santri belajar bahwa kemampuan tidak selalu datang dalam satu kali percobaan. Ada proses yang harus dilalui melalui latihan, fokus, kesabaran, dan kemauan untuk terus mencoba. Di sela-sela permainan, suasana kebersamaan tetap terasa. Para santri berbincang, bercanda, dan menikmati pengalaman bersama sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Perjalanan yang Menjadi Pembelajaran
Rihlah Hasanah pada akhirnya bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi atau aktivitas yang dilakukan. Lebih dari itu, perjalanan menjadi cara untuk menghadirkan pembelajaran melalui pengalaman langsung.
Para santri tidak hanya mendapatkan kesempatan keluar dari rutinitas pondok, tetapi juga belajar melihat lingkungan dari perspektif berbeda, berani mencoba hal baru, bekerja sama, menjaga sportivitas, serta memahami arti kesabaran dan proses.
Program yang digelar secara rutin setiap bulan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari dalam memberikan pengalaman pendidikan yang lebih luas kepada para santri. Sebab, setiap perjalanan dapat menjadi sumber pengalaman. Setiap tempat dapat menghadirkan pelajaran. Dan setiap kebersamaan dapat memperkuat ukhuwah.
Rihlah Hasanah pun menjadi perjalanan yang bukan hanya meninggalkan jejak kenangan, tetapi juga membawa pulang ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan. Belajar dengan ilmu, bertumbuh melalui pengalaman, dan melangkah bersama dalam ukhuwah. Rihlah Hasanah: jalan-jalan, dapat ilmu, eratkan ukhuwah. (Ichya’ul)






