- Semangat kebinekaan: Murid kelas 1–3 mengikuti Pawai Kebinekaan dengan pakaian adat Nusantara, sedangkan kelas 4–6 menjalani upacara berbahasa Inggris.
- Penguatan literasi: Kegiatan Bulan Bahasa diisi membaca nyaring, menceritakan kembali isi bacaan, dan diskusi interaktif tentang buku.
- Deklarasi Gemar Membaca: Seluruh murid kelas 1–6 menandatangani kain deklarasi sebagai simbol komitmen membangun budaya membaca sejak dini.
AYWS – Semangat persatuan, kecintaan terhadap budaya bangsa, dan kegemaran membaca berpadu dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Bulan Bahasa di SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Rabu (28/10/2026). Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan kebudayaan, sekolah ini mengajak murid menumbuhkan jiwa nasionalisme sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Peringatan berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, karyawan, hingga murid kelas 1 sampai kelas 6. Mengenakan beragam pakaian adat Nusantara, para murid menghadirkan potret kebinekaan Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial. Di balik kemeriahan pakaian adat dan beragam aktivitas, tersimpan pesan penting tentang bagaimana generasi muda dapat mencintai Tanah Air, menghargai perbedaan, serta memperkaya wawasan melalui bahasa dan literasi.
Pawai Kebinekaan Tanamkan Cinta Budaya Nusantara
Sejak pagi, suasana halaman sekolah tampak semarak. Murid kelas 1 hingga kelas 3 mengikuti Pawai Kebinekaan dengan berkeliling di lingkungan sekitar sekolah. Dengan mengenakan pakaian adat yang beragam, mereka menyapa masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenalkan keberagaman kepada anak-anak sejak usia dini.
Sementara itu, murid kelas 4 hingga kelas 6 mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lapangan sekolah. Upacara berlangsung khidmat dengan sentuhan berbeda karena seluruh petugas menggunakan bahasa Inggris dalam menjalankan tugasnya.
Penggunaan bahasa Inggris memberikan kesempatan kepada murid untuk melatih keterampilan berbahasa internasional. Di saat yang sama, mereka tetap diajak memahami nilai-nilai persatuan dan kebangsaan yang menjadi ruh Sumpah Pemuda.
Perpaduan kegiatan kebudayaan dan praktik berbahasa ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia dapat berjalan seiring dengan penguasaan bahasa asing serta keterbukaan terhadap perkembangan global.
Dari Aktivitas Literasi Menuju Deklarasi Gemar Membaca
Semangat Bulan Bahasa semakin terasa setelah upacara selesai. Murid kelas 4 hingga kelas 6 melanjutkan kegiatan dengan berbagai aktivitas literasi yang mendorong mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengomunikasikan isi bacaan.

Kegiatan tersebut meliputi read aloud atau membaca nyaring, menceritakan kembali isi bacaan, hingga berdiskusi secara interaktif mengenai buku yang telah dibaca.
Melalui aktivitas tersebut, murid mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan, menyampaikan gagasan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Koordinator acara, Hanifa Ega, mengatakan bahwa perpaduan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus menumbuhkan budaya literasi pada anak-anak.
“Kami berharap semangat persatuan dan kegemaran membaca ini terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari mereka,” terang Ega.
Puncak kegiatan ditandai dengan Deklarasi Gemar Membaca, yang diikuti seluruh murid kelas 1 hingga kelas 6. Mereka membubuhkan tanda tangan pada kain khusus sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun kebiasaan membaca.
Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen SD Islam Al Azhar 38 Bantul dalam menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah.
Lebih dari sekadar menandatangani kain deklarasi, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi para murid bahwa membaca merupakan salah satu langkah penting untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa ditutup dengan sesi foto bersama murid, guru, dan staf sekolah yang tetap mengenakan pakaian adat Nusantara.
Keceriaan yang mewarnai kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui persatuan dan kecintaan terhadap budaya, tetapi juga melalui kesungguhan membangun generasi yang gemar membaca, berwawasan luas, dan siap berkarya. (Nastiti)






