Tiga Tahun Bersama, NIU dan AYWS–HAWS Perkuat Kolaborasi Pendidikan Lewat Program Global Immersion 2026

  • Masuk tahun ketiga, Global Immersion 2026 menghadirkan dosen dan mahasiswa Northern Illinois University (NIU) untuk belajar, mengajar, dan mengenal budaya Indonesia di AYWS dan HAWS.
  • Program ini mendorong pembelajaran lintas budaya melalui kolaborasi akademik, pengembangan kemampuan bahasa, pertukaran budaya, dan pengalaman internasional bagi peserta dari kedua negara.
  • Prof Dr James A Cohen mengapresiasi perkembangan Yayasan Asram, menilai kemitraan yang terjalin telah membangun persahabatan, saling pengertian, dan dipastikan berlanjut pada tahun depan setelah memperoleh pendanaan baru.

AYWS – Komitmen Yayasan Asram dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia kembali diwujudkan melalui penguatan kemitraan dengan Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat. Memasuki tahun ketiga kerja sama, kedua institusi kembali menyelenggarakan Global Immersion, sebuah program pertukaran internasional yang berlangsung pada 17 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Melalui program ini, NIU mengirimkan dosen dan mahasiswa ke Indonesia untuk belajar, mengajar, sekaligus merasakan kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung. Selama hampir tiga pekan, mereka akan berkolaborasi dengan guru dan peserta didik di seluruh unit pendidikan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) serta Hafidh Asrom World Schools (HAWS).

Global Immersion menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang mempertemukan dua negara dalam semangat kolaborasi. Para peserta tidak hanya mengikuti aktivitas akademik di sekolah, tetapi juga mengenal budaya Indonesia, membangun komunikasi lintas bahasa, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya yang memperkaya perspektif global mereka.

Di sisi lain, kehadiran mahasiswa dan dosen NIU juga membuka kesempatan bagi peserta didik AYWS dan HAWS untuk berinteraksi langsung dengan warga negara asing, mengenal sistem pendidikan Amerika Serikat, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta memperluas wawasan internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas.

Global Immersion merupakan pengalaman belajar lintas negara yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pertukaran budaya, pengembangan kemampuan bahasa, kolaborasi internasional, dan pengalaman hidup di lingkungan global. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata internasionalisasi pendidikan yang terus dikembangkan Yayasan Asram.

Momentum dimulainya Global Immersion 2026 ditandai dengan seremoni penyambutan di Tower 1 Kampus AYWS Sleman 2, Senin (20/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Prof Dr James A Cohen, pimpinan rombongan NIU, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan Yayasan Asram di bawah kepemimpinan Drs HA Hafidh Asrom MM.

James mengenang perbincangannya dengan Hafidh Asrom saat kunjungan tahun lalu. Ketika itu ia bertanya mengenai inovasi apa yang akan dilakukan berikutnya.

“Saya tahu pikiran Bapak Hafidh selalu bergerak dan terus bergerak tanpa henti. Saat saya bertanya apa rencana berikutnya, jawabannya hanya satu kata, ‘rahasia’. Kini saya datang kembali dan melihat begitu banyak perkembangan serta sekolah-sekolah baru yang luar biasa. Saya benar-benar terkesan,” ungkapnya.

Bagi James, kembali ke Yogyakarta bukan sekadar menjalankan program akademik, melainkan pulang ke tempat yang telah menghadirkan banyak persahabatan dan kenangan. Ia mengaku selalu menantikan kesempatan untuk kembali ke Indonesia setiap tahun.

“Saya sangat bahagia bisa kembali ke Al Azhar di Yogyakarta. Rasanya seperti bisa bernapas lagi ketika kembali ke sini. Indonesia adalah negara yang indah, Yogyakarta adalah tempat yang luar biasa, dan kalian semua patut bangga menjadi bagian dari kota ini,” tuturnya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa selama setahun berada di Amerika Serikat, dirinya selalu merindukan keramahan masyarakat Indonesia. “Yang paling saya rindukan adalah senyum dan sapaan hangat masyarakat Indonesia. Hal-hal sederhana seperti itu tidak selalu kami temui di Amerika. Tentu saja saya juga merindukan makanannya,” katanya.

Namun, menurut James, kekuatan terbesar dari Global Immersion bukanlah kegiatan akademiknya, melainkan persahabatan yang lahir dari setiap pertemuan.

Ia mengenang bagaimana selama tiga tahun terakhir hubungan yang terbangun antara NIU dan Yayasan Asram berkembang menjadi kemitraan yang sangat erat. Bersama para guru, kepala sekolah, mahasiswa, dan peserta didik, mereka tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga saling belajar memahami budaya, menghargai perbedaan, dan membangun kepercayaan.

Menurutnya, melalui persahabatan inilah semua belajar mengurangi prasangka terhadap orang lain. Kita berasal dari budaya, bahasa, dan keyakinan yang berbeda, tetapi justru dari perbedaan itu kita membangun hubungan yang membuat dunia terasa lebih kecil dan lebih bersahabat.

James juga menyampaikan apresiasi kepada sosok Dwi A Yuliantoro PHd, Wakil Ketua Bidang Kemkitraan dan Transformasi Pendidikan BPPH AYWS, yang telah menjadi mitra sekaligus sahabat dekatnya dalam membangun program internasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin membuat kedua belah pihak memiliki visi yang sama dalam mengembangkan pendidikan global.

Ia menilai keberhasilan Global Immersion tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang dirasakan seluruh peserta. Mahasiswa NIU memperoleh pengalaman mengajar dan belajar dalam lingkungan internasional, sementara guru serta peserta didik AYWS dan HAWS mendapatkan wawasan global melalui interaksi langsung dengan mitra dari Amerika Serikat.

Kabar baik juga disampaikan James di hadapan seluruh peserta seremoni. Ia mengumumkan bahwa NIU telah berhasil memperoleh pendanaan untuk kembali melaksanakan Global Immersion pada musim panas tahun depan.

“Kami sangat bersyukur program ini akan terus berlanjut. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan, para kepala sekolah, guru, dan seluruh siswa yang selalu menyambut kami dengan tangan terbuka. Setiap tahun kami datang untuk berbagi pengalaman, tetapi sesungguhnya kami juga pulang dengan membawa begitu banyak pelajaran dari Indonesia,” tuturnya.

Bagi Yayasan Asram, keberlanjutan kerja sama ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui kurikulum yang unggul, tetapi juga melalui jejaring internasional yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Memasuki tahun ketiga, Global Immersion telah menjadi salah satu program unggulan AYWS dan HAWS dalam menyiapkan generasi muda yang berwawasan global, berkarakter, dan mampu berkolaborasi di tengah masyarakat dunia. (Chaidir)