SLEMAN – Al Azhar 55 Islamic Primary School Yogyakarta (SD Islam Al Azhar 55 Internasional) menyelenggarakan prosesi wisuda siswa kelas VI pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Alana, Yogyakarta tersebut berjalan dengan khidmat sekaligus meriah, menghadirkan suasana haru, bangga, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh peserta yang hadir.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Pembina Yayasan Asram, Eny Yustini, S.E., Ketua Yayasan Asram/BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Drs. H.A. Hafidh Asrom, M.M., para Wakil Kepala Bidang BPPH AYWS, para kepala satuan pendidikan di lingkungan AYWS, para Ketua Jam’iyah, serta orang tua murid yang dengan penuh antusias menyaksikan momen bersejarah bagi putra-putri mereka.
Prosesi wisuda menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan siswa di jenjang sekolah dasar. Raut wajah haru dan kebanggaan tampak jelas dari para siswa maupun orang tua ketika satu per satu lulusan maju menerima tanda kelulusan. Momen ini menjadi simbol keberhasilan perjalanan panjang selama enam tahun yang penuh dengan proses belajar, tantangan, dan pembentukan karakter.
Tidak hanya prosesi inti, acara wisuda juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa yang memukau. Para siswa menampilkan kemampuan pidato dalam berbagai bahasa asing, menunjukkan kompetensi komunikasi global yang telah mereka kuasai. Selain itu, penampilan ansambel musik turut menambah semarak suasana, mengundang decak kagum para hadirin atas bakat dan kreativitas yang ditampilkan.
Melalui kegiatan ini, SD Islam Al Azhar 55 Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kreativitas, serta wawasan global yang kuat.
Bahagia dan Bangga
Ketua Jamiyyah Al Azhar 55 Islamic Primary School Yogyakarta, Meriell Guritno M, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas selesainya masa belajar para siswa di bangku sekolah dasar. Ia menegaskan bahwa Akhirusannah bukan sekadar seremoni, melainkan simbol perjalanan panjang yang penuh tantangan, kerja keras, dan doa yang akhirnya dapat dilalui dengan baik.
“Selama enam tahun, anak-anak tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga mengasah keterampilan, belajar bersosialisasi, serta meningkatkan akhlak dan akidah. Alhamdulillah, seluruh proses tersebut telah dilalui dengan semangat dan ketekunan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pencapaian akademik siswa menunjukkan hasil yang membanggakan, ditandai dengan pelaksanaan Cambridge Check Point serta TKA-TKAD dengan hasil yang sangat baik. Tidak hanya itu, perkembangan dalam nilai-nilai kehidupan seperti kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, serta penguatan akhlak dan akidah juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Meriell turut menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. “Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kasih sayang, ketulusan, kesabaran tanpa batas, serta tenaga dan waktu yang telah dicurahkan untuk membimbing anak-anak kami. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan balasan terbaik bagi Bapak dan Ibu Guru,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Islam Al Azhar 55 Yogyakarta. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan berikutnya.
“Jika enam tahun yang lalu masih ada tangis saat anak-anak diantar ke sekolah, hari ini yang ada adalah tangis haru karena mereka telah tumbuh memasuki fase pra remaja,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada para siswa agar terus semangat dalam menuntut ilmu. “Apa yang kalian capai hari ini adalah hasil jerih payah dan doa kalian serta doa orang tua. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Teruslah belajar, karena ilmu adalah cahaya kehidupan,” pesannya.
Apresiasi Anggota DPRD
Sementara itu, perwakilan orang tua murid, Wahyudi Kurniawan, juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya acara wisuda tersebut. Ia menilai momen ini sebagai bukti nyata dari perjalanan panjang pendidikan yang telah dilalui para siswa selama enam tahun.
Dalam sambutannya, Wahyudi yang juga anggota DPRD Sleman memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang telah menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan kasih sayang. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur.
Menurutnya, para siswa kini tidak hanya berkembang dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga dalam akhlak dan kepribadian yang baik. Hal ini merupakan hasil dari proses pendidikan yang konsisten dan penuh perhatian dari pihak sekolah.
Ia juga mengingatkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat belajar tinggi di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, ia berpesan agar para siswa senantiasa menghormati guru dan berbakti kepada orang tua. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter, ketekunan, dan perjuangan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wahyudi menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat hal-hal yang kurang berkenan, serta mengucapkan terima kasih atas terjalinnya komunikasi dan kebersamaan yang baik antara orang tua dan pihak sekolah. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat terus terjaga di masa mendatang.
Wahyudi juga menaruh harapan besar agar SD Islam Al Azhar 55 Yogyakarta dapat terus istiqamah menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul, cerdas secara intelektual, kuat dalam iman, dan berakhlak mulia. Ia optimistis para lulusan akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara.
Pembelajaran Modern
Sementara itu, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs. H.A. Hafidh Asrom, M.M., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa AYWS terus berupaya mengimplementasikan sistem pembelajaran modern berbasis pengalaman (learning experience). Salah satu wujudnya adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan, termasuk penyediaan fasilitas dan standar layanan yang mengacu pada praktik internasional.
Ia menjelaskan bahwa pihak yayasan juga banyak mengadopsi praktik pendidikan dari berbagai negara seperti Finlandia dan Turki dalam mengembangkan konsep pendidikan Islam modern yang seimbang antara nilai keislaman dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Ke depan, AYWS menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan multi-bahasa, wawasan global, serta karakter yang kuat. Berbagai fasilitas pendukung pun terus dikembangkan, mulai dari teater pendidikan, program internasional, hingga pengembangan minat dan bakat siswa.
Dari sisi sarana prasarana, AYWS juga tengah menyiapkan berbagai fasilitas seperti lapangan olahraga modern, kolam renang berstandar internasional, serta area aktivitas luar ruang. Bahkan, konsep sekolah berbasis kesehatan (wellness school) mulai diperkenalkan sebagai bagian dari inovasi pendidikan yang holistik.
Dengan berbagai upaya tersebut, Hafidh Asrom berharap lembaga pendidikan di bawah AYWS mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“InsyaAllah, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang baik, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif,” ujatrnya. (Chaidir)







