Wisuda Perdana SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Tonggak Awal Prestasi dan Kepercayaan Masyarakat

BANTUL – SMP Islam Al Azhar 66 Bantul akan mencatatkan sejarah penting dengan menggelar wisuda perdana bagi lulusan angkatan pertama pada 16 Juni 2026 mendatang. Momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan tonggak awal perjalanan institusi pendidikan yang dalam waktu singkat telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dan prestasi membanggakan.

Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni MPd, mengungkapkan bahwa perjalanan sekolah sejak awal berdiri penuh dengan dinamika, namun menunjukkan tren yang sangat positif. Pada tahun pertama, jumlah peserta didik memang masih terbatas, yakni hanya 9 siswa. Meski demikian, angka tersebut dinilai sebagai awal yang baik.

“Untuk tahun pertama, capaian sembilan itu sudah termasuk angka yang bagus,” ujar Indra saat diwawancarai beberap hari lalu.

Namun, lanjut Indra, seiring berjalannya waktu, jumlah siswa terus bertambah. Saat memasuki kelas VIII, terdapat penambahan satu siswa menjadi 10 siswa, dan kembali meningkat menjadi 12 siswa ketika berada di kelas IX.

Pertumbuhan yang lebih signifikan terjadi pada tahun kedua. Sekolah berhasil menerima 42 siswa di awal, kemudian bertambah menjadi 48 siswa seiring adanya perpindahan siswa dari berbagai daerah. Tren positif ini terus berlanjut pada tahun ajaran 2025–2026, di mana jumlah siswa kelas VII telah mencapai 41 siswa, meskipun proses pendaftaran masih berlangsung.

Menariknya, peningkatan jumlah peserta didik tidak hanya berasal dari internal yayasan. Jika pada tahun kedua sekitar 50 persen siswa berasal dari jenjang SD dalam satu yayasan, maka pada tahun-tahun berikutnya justru didominasi oleh siswa dari luar. Hal ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMP Islam Al Azhar 66 Bantul.

Bahkan, pada tahun ini, jumlah pendaftar kelas VII telah mencapai sekitar 47 siswa. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 14–16 siswa berasal dari internal, sementara sisanya merupakan pendaftar dari berbagai daerah, seperti Kulon Progo, Lampung, Makassar, hingga Kalimantan.

Kepercayaan Publik dan Inden

Yang lebih menarik, tingginya minat masyarakat terhadap SMP Islam Al Azhar 66 Bantul bahkan telah melampaui kapasitas penerimaan setiap tahun. Sekolah ini diketahui sudah memiliki daftar inden calon peserta didik hingga tahun 2032. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan terus meningkat secara signifikan.

Kepercayaan masyarakat tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor utama, antara lain reputasi besar Al Azhar, penanaman nilai adab dan akhlak, serta program-program unggulan yang dirancang berbeda dari sekolah lain.

Program Unggulan: ICT dan Tahfidz

Sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menghadirkan program unggulan yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman.

Kelas ICT (Information and Communication Technology Program) menjadi salah satu program andalan yang berfokus pada penguatan literasi teknologi. Melalui program ini, siswa dibekali keterampilan seperti coding, pembuatan aplikasi, pengembangan game sederhana, hingga dasar-dasar pengembangan web. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membangun computational thinking dan nalar kritis siswa sejak dini.

Di sisi lain, Indra juga menjelaskan, Kelas Tahfidz menjadi pilar penting dalam pembinaan karakter dan spiritualitas siswa. Program ini menargetkan hafalan minimal 5 juz dalam kurun waktu 3 tahun. Menariknya, pada tahun ini telah terdapat siswa kelas VII yang mampu melampaui target tersebut dan mengikuti wisuda tahfidz lebih awal.

Dengan berbagai program tersebut, sekolah tidak hanya menawarkan pendidikan akademik semata, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif dan berorientasi pada daya saing global.

Ruang bagi Potensi Anak

Dalam proses pembinaan siswa, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mengedepankan pendekatan yang humanis dan personal. Sekolah tidak memaksakan satu jalur keberhasilan, melainkan memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensinya masing-masing.

“Anak itu kami beri kemerdekaan. Tidak semata-mata kami arahkan ‘kamu bagus di sini, ya sudah di sini saja’. Tapi kami dengarkan juga suaranya. Kamu ingin di matematika atau di vokal?” ujar Indra.

Pendekatan ini melahirkan dinamika menarik. Terdapat siswa dengan kemampuan hafalan Alquran yang sangat kuat, namun justru memilih untuk mengembangkan bakat di bidang vokal. Hal ini menunjukkan bahwa potensi anak tidak bisa dibatasi dalam satu bidang saja—mereka dapat berkembang secara multidimensional, baik dalam aspek akademik, seni, maupun keagamaan.

Meski memberikan kebebasan eksplorasi, sekolah tetap menjaga standar tinggi, khususnya dalam program tahfidz. Setiap capaian hafalan tidak hanya diukur dari jumlah, tetapi juga kualitas. “Kalau hafal juz 30, harus diuji. Lanjut 29, diuji lagi. Tidak ada yang dilewati. Semua harus benar-benar kuat,” tegas Indra.

Audiens Ikut Menguji

Bahkan, terdapat siswa kelas VII seperti Aqifah yang telah mencapai hafalan beberapa juz sejak dini. Dalam wisuda tahfidz mendatang, para siswa akan dikelompokkan berdasarkan capaian hafalan—mulai dari 2 juz, 3 juz, hingga lebih tinggi.

Yang menarik, prosesi wisuda tidak hanya menampilkan hafalan secara seremonial, tetapi juga menghadirkan sesi interaktif. Pada sesi ini, audiens diberikan kesempatan untuk menguji langsung hafalan siswa, sehingga kualitas hafalan benar-benar teruji secara terbuka.

Prestasi Tingkat Provinsi, Nasional, hingga Internasional

Dalam kurun waktu 2024–2025, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul berhasil menunjukkan eksistensinya melalui deretan prestasi gemilang di berbagai level kompetisi, mulai dari provinsi, nasional, hingga internasional.

Pada level internasional, Kartika Suma Kirana Ratri meraih Diamond Award dalam ajang International Music & Performance Arts Festival 2024 di Bali. Di tingkat nasional, siswa menorehkan berbagai capaian seperti lolos Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahap 2, prestasi dalam kejuaraan taekwondo nasional, serta kompetisi seni dan saintek.

Sementara di tingkat provinsi, prestasi diraih dalam lomba Cerdas Cermat Agama, Story Telling, menggambar dan mewarnai, hingga berbagai kejuaraan olahraga pelajar.

Apresiasi dan Penguatan Karakter

Selain capaian akademik dan non-akademik, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap penghargaan berbasis proses dan karakter, khususnya bagi siswa kelas IX. Apresiasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga perkembangan sikap, konsistensi belajar, dan kontribusi siswa selama menempuh pendidikan.

Wisuda perdana ini pun diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan pertumbuhan jumlah siswa yang signifikan, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat—bahkan hingga antrean inden sampai tahun 2032—serta prestasi yang menembus level internasional, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul optimistis akan terus berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan unggulan di Yogyakarta.

Momentum ini menegaskan bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil—dan kini, langkah kecil tersebut telah menjelma menjadi lompatan prestasi yang membanggakan. (Chaidir)