Yafiq Uzzam, Santri Al Azhar Wonosari Raih Dua Gelar Karate Internasional

  • Yafiq Uzzam Safiy meraih Juara 1 Kumite SMP -45 Kg Putra dan Juara 2 Kata Perorangan SMP Putra.
  • Prestasi diraih dalam International Karate Championship – Yogyakarta Open Tournament VI 2026 di GOR UNY.
  • Latihan rutin, disiplin, keberanian, dan semangat tinggi menjadi bekal Yafiq menghadapi persaingan sekitar 2.800 karateka dari berbagai daerah dan negara.

AYWS – Bukan kemenangan yang datang secara tiba-tiba. Di balik dua gelar yang berhasil diraih Yafiq Uzzam Safiy, santri Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, ada latihan yang dijalani secara rutin, kedisiplinan yang terus dijaga, serta semangat untuk mengasah kemampuan dari waktu ke waktu.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil di atas arena. Yafiq berhasil mengharumkan nama Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari setelah meraih dua prestasi sekaligus dalam ajang International Karate Championship – Yogyakarta Open Tournament VI 2026, Piala Kemenpora RI.

Kejuaraan tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ajang ini mempertemukan sekitar 2.800 karateka dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara, di antaranya Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Persaingan yang ketat tidak membuat Yafiq gentar. Bekal latihan dan persiapan yang telah dijalaninya menjadi modal penting ketika harus berhadapan dengan para karateka lainnya. Dengan disiplin, keberanian, dan mental bertanding yang kuat, Yafiq tampil maksimal hingga berhasil membawa pulang dua gelar.

Ia meraih Juara 1 Kumite SMP -45 Kg Putra sekaligus Juara 2 Kata Perorangan SMP Putra. Dua pencapaian tersebut menjadi catatan membanggakan, terlebih Yafiq harus membagi waktunya antara aktivitas sebagai santri dengan latihan dan persiapan menghadapi pertandingan.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren tidak menjadi penghalang bagi santri untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik dan keagamaan. Justru melalui aktivitas olahraga, nilai-nilai seperti disiplin, ketekunan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan menjaga konsistensi dapat tumbuh dan menjadi bagian dari proses pendidikan.

Bagi Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, keberhasilan Yafiq menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten dapat membawa hasil. Dua gelar di kejuaraan karate bertaraf internasional itu juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengejar prestasi di bidang masing-masing.

Perjalanan Yafiq tentu belum berhenti. Dua gelar yang diraihnya menjadi pijakan untuk terus berlatih, belajar, dan meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi berikutnya. Dari latihan yang dilakukan berulang kali, lahir kepercayaan diri. Dari disiplin yang dijaga setiap hari, tumbuh mental juara. Dan dari semangat untuk terus berproses, Yafiq membuktikan bahwa seorang santri juga mampu berdiri di panggung kompetisi internasional. (Ichya’ul Haqiqi)