Ada Cerita Panjang di Balik Upacara HUT RI yang Khidmat di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul

  • Latihan sejak Juli: Murid kelas 7, 8, dan 9 berlatih pagi dan sore untuk mempersiapkan upacara HUT ke-81 RI.
  • Kompak dan bertanggung jawab: Sebanyak 13 anggota Paskibra dan petugas lainnya sukses menjalankan tugas dengan tertib dan percaya diri.
  • Belajar karakter: Proses latihan mengajarkan disiplin, kerja sama, ketekunan, manajemen waktu, dan tanggung jawab.

AYWS — Upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Senin (17/8/2026), berlangsung tertib dan khidmat. Namun, di balik jalannya upacara yang terlihat sempurna, ada proses panjang yang dijalani para murid selama berminggu-minggu.

Sejak Juli 2026, sejumlah murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul rutin menjalani latihan untuk mempersiapkan diri sebagai petugas upacara. Latihan dilakukan pada pagi dan sore hari, di sela-sela aktivitas mereka sebagai pelajar.

Bukan hanya soal menghafal aba-aba dan gerakan, latihan tersebut menjadi proses untuk membangun kedisiplinan, ketepatan, kekompakan, sekaligus tanggung jawab. Setiap petugas dituntut mampu menjalankan perannya dengan baik sekaligus menjaga koordinasi dengan anggota tim lainnya.

Para petugas berasal dari murid kelas 7, 8, dan 9. Sebanyak 13 anggota Paskibra terlibat dalam rangkaian pengibaran bendera, sementara murid lainnya mendapat tugas sebagai pemimpin upacara, peleton, pembaca teks, serta berbagai bagian lain dalam pelaksanaan upacara.

Gerakan yang terlihat sederhana saat upacara ternyata membutuhkan latihan berulang. Formasi, langkah, aba-aba hingga koordinasi antarpetugas terus diperbaiki agar pada hari pelaksanaan seluruh rangkaian dapat berjalan tepat dan serasi.

Tantangannya, latihan tersebut harus berjalan bersamaan dengan kewajiban mereka sebagai murid. Di satu sisi mereka harus mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas sekolah, sementara di sisi lain harus menjaga konsistensi latihan.

Rasa lelah tentu menjadi bagian dari proses. Namun, keinginan untuk memberikan penampilan terbaik membuat mereka tetap bertahan dan menjalani latihan dengan sungguh-sungguh.

Proses panjang itu akhirnya terbayar pada Senin pagi. Para petugas tampil percaya diri dan kompak. Setiap bagian upacara dapat dilaksanakan dengan tertib sehingga menciptakan suasana khidmat dalam peringatan HUT ke-81 RI.

Apresiasi diberikan Suhartini, M.Pd., selaku Wakabid Akademik Al Azhar Yogyakarta, kepada seluruh murid yang telah menjalankan tugasnya. “Selamat kepada tim SMP 66. Upacara berjalan dengan baik. Apresiasi kepada seluruh petugas yang telah menjalankan ketugasan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Suhartini.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses persiapan yang dilakukan secara konsisten. Latihan sejak Juli tidak hanya membentuk kesiapan teknis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para murid.

Pelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan hingga kemampuan mengatur waktu mereka dapatkan langsung melalui proses tersebut.

Semangat yang sama juga terlihat dari penampilan tim paduan suara. Sebanyak 21 murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul tampil membawakan Indonesia Raya, Mars Yasram, dan Hari Merdeka.

Dengan suara yang kompak dan penuh semangat, mereka turut menghidupkan suasana peringatan kemerdekaan. Keberanian tampil di hadapan peserta upacara menjadi bagian lain dari pengalaman berharga yang mereka dapatkan.

Bagi para murid, menjadi petugas upacara maupun anggota paduan suara bukan sekadar menjalankan tugas sekolah. Ada proses belajar yang mengajarkan bahwa hasil yang baik membutuhkan latihan, konsistensi, kesabaran, dan kerja sama.

Dari lapangan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, semangat kemerdekaan pun tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran Sang Merah Putih. Semangat itu hadir melalui ketekunan para murid dalam berlatih, keberanian menjalankan amanah, serta kesediaan untuk bekerja bersama demi memberikan yang terbaik.

Upacara HUT ke-81 RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Bagi para murid, kegiatan tersebut menjadi pengalaman nyata tentang bagaimana kedisiplinan, kerja keras, dan kekompakan dapat menghasilkan sebuah kebanggaan.

Sebab, di balik beberapa menit upacara yang berlangsung khidmat, ada berminggu-minggu latihan, rasa lelah, proses memperbaiki kesalahan, dan semangat untuk terus mencoba. Itulah cerita perjuangan kecil para murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dalam mengisi kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. (Nurul Fatimah)