- Upacara HUT ke-81 RI digelar di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dan diikuti keluarga besar Al Azhar Unit Bantul.
- Suhartini MPd mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karakter, disiplin, kreativitas, dan akhlak mulia.
- Penguasaan teknologi dan AI harus berjalan seiring dengan nilai keislaman, nasionalisme, integritas, serta tanggung jawab.
AYWS – Keluarga besar Al Azhar Unit Bantul memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui upacara yang berlangsung khidmat di lapangan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Senin (17/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan dari KB-TK Islam Al Azhar 38 Bantul, SD Islam Al Azhar 38 Bantul, serta SMP Islam Al Azhar 66 Bantul.
Tahun ini, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara. Seluruh petugas upacara berasal dari murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul yang menjalankan tugasnya dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Upacara secara langsung diikuti oleh murid kelas 9 SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dan murid kelas 6 SD Islam Al Azhar 38 Bantul. Sementara itu, murid dari jenjang lainnya mengikuti pelaksanaan upacara secara daring dari rumah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Suhartini MPd, selaku Wakabid Akademik BPPH AYWS, menyampaikan amanat yang mengajak seluruh peserta untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karakter, dan kontribusi nyata.
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Dalam amanatnya, Suhartini menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita besar yang perlu diwujudkan bersama melalui pendidikan, persatuan, kedisiplinan, dan akhlak mulia.
“Setinggi apa pun ilmu yang kita miliki, akhlak harus tetap menjadi mahkotanya,” pesan Suhartini kepada seluruh peserta upacara.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui buku, ilmu, karakter, keterampilan, dan akhlak mulia. Murid didorong untuk membangun kebiasaan disiplin, rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, mencintai ilmu pengetahuan, serta memiliki keberanian untuk berpikir kritis dan berinovasi.
Dalam konteks pendidikan, Suhartini menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, tanggung jawab, integritas, kreativitas, kepedulian, dan akhlak.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, generasi muda dituntut mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sebagai fondasi kehidupan.
Cinta tanah air, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan sekolah, menghargai perbedaan, tidak menyontek, menggunakan media sosial secara bijak, menjaga nama baik sekolah, serta menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.
Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Al Azhar Unit Bantul menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dalam keluarga besar Al Azhar Yogyakarta World Schools. Keberadaan KB-TK, SD, dan SMP dalam satu lingkungan pendidikan menjadi ruang untuk saling menghormati, membantu, dan menguatkan.
Melalui peringatan ini, keluarga besar Al Azhar Unit Bantul diharapkan terus memperbarui semangat belajar, berkarya, dan berprestasi sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.
Semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur—dengan ilmu sebagai bekal, iman sebagai landasan, serta akhlak sebagai mahkota. (Nurul Fatimah)






