- Estafet kepengurusan: Jam’iyyah periode 2024–2026 menyerahkan amanah kepada kepengurusan periode 2026–2028.
- Perkuat sinergi: Sekolah dan yayasan mendorong kolaborasi bersama jam’iyyah serta wali murid untuk mendukung pendidikan.
- Yudita pimpin periode baru: Yudita Hestiningtyas dipercaya menjadi Ketua Jam’iyyah periode 2026–2028 dengan semangat kebersamaan dan komunikasi.
AYWS – Estafet pengabdian Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari resmi berlanjut. Kepengurusan periode 2024–2026 menyerahkan amanah kepada kepengurusan periode 2026–2028 dalam acara serah terima jabatan yang berlangsung di Asram Edupark, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar SD Islam Al Azhar 59 Wonosari untuk melanjutkan kolaborasi antara sekolah, jam’iyyah, yayasan, dan wali murid. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota jam’iyyah dari kedua periode, serta seluruh guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari.
Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma MPd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus jam’iyyah periode 2024–2026 atas berbagai bentuk sinergi dan kolaborasi yang telah dibangun bersama sekolah.
Menurut Danar, hubungan baik yang selama ini terjalin perlu terus dipertahankan dan diperkuat oleh kepengurusan baru. Sebab, keberadaan jam’iyyah menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang harmonis.
Sinergi tersebut juga memiliki peran dalam mendukung misi sekolah untuk membentuk murid yang berakhlakul karimah dan berkarakter. Di sisi lain, hubungan yang baik dengan wali murid diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang rukun dan damai.
“Kami menyambut baik kepengurusan jam’iyyah yang baru. Sekolah membuka pintu selebar-lebarnya untuk terus berkomunikasi, berdiskusi, dan bersinergi demi kebaikan bersama,” ungkap Danar.
Pesan untuk melanjutkan kolaborasi juga disampaikan Wakabid Akademik BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Suhartini MPd. Ia memberikan apresiasi atas berbagai hal positif yang selama ini berhasil diwujudkan melalui kerja bersama antara sekolah dan jam’iyyah.
Menurut Suhartini, berbagai pengalaman dan program yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya dapat menjadi pijakan bagi pengurus baru untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan positif di masa mendatang.
Sebelum prosesi pergantian kepengurusan, acara diisi dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban Jam’iyyah periode 2024–2026. Laporan tersebut disampaikan Ketua Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari periode 2024–2026, Yeni Indri Hapsari SAk.
Laporan pertanggungjawaban menjadi bagian penting dari proses pergantian kepengurusan sekaligus menjadi catatan perjalanan atas berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir.
Suasana kemudian memasuki momen utama ketika serah terima jabatan dilakukan secara simbolis. Dipimpin Danar Kusuma MPd, dokumen kepengurusan diserahkan kepada Yudita Hestiningtyas SPsi, yang dipercaya memimpin Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari periode 2026–2028.
Menerima amanah tersebut, Yudita menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat memberikan kontribusi positif bagi sekolah maupun yayasan.
Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan, komunikasi, dan kolaborasi agar berbagai program yang dirancang dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara jam’iyyah, sekolah, yayasan, dan wali murid menjadi modal utama untuk menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi pendidikan anak-anak.
Pergantian kepengurusan ini pun bukan sekadar perpindahan amanah dari satu periode ke periode berikutnya. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang terus dilanjutkan.
Kepengurusan Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari periode 2026–2028 diharapkan mampu meneruskan hal-hal baik yang telah dibangun sekaligus menghadirkan gagasan dan kontribusi baru.
Dengan komunikasi yang terbuka dan semangat gotong royong, jam’iyyah bersama sekolah diharapkan semakin solid dalam mendampingi pendidikan anak-anak, membangun lingkungan sekolah yang harmonis, serta mendukung lahirnya generasi yang berakhlakul karimah dan berkarakter. (Meyta)






