ALYK Fest 2026, Panggung Inspirasi dan Aksi Generasi Emas

SLEMAN – Al Azhar Yogyakarta Festival—atau yang akrab disebut ALYK Fest—bukan sekadar agenda tahunan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta. Ia adalah panggung gagasan, arena keberanian, serta ruang pertemuan antara mimpi dan aksi.

Akhir pekan lalu, ALYK Fest 2026 kembali digelar dengan semangat besar bertajuk “Generasi Muda Gema Masa Depan.” Sejak pagi, atmosfer sudah terasa berbeda. Para siswa-siswi SD kelas 4, 5, dan 6 dari berbagai penjuru DIY dan Jawa Tengah memadati Auditorium Al Hafidh Kampus 1 AYWS Sleman dengan wajah penuh antusias. Ada yang datang dengan semangat membara, ada yang membawa rasa deg-degan, namun semuanya memiliki satu tujuan: menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Suasana kompetisi terasa kompetitif, tetapi tetap hangat. Tepuk tangan saling bersahutan. Sorak dukungan menggema. Di sinilah bakat diuji, mental ditempa, dan kepercayaan diri dibangun.

ALYK Fest 2026 menghadirkan ragam perlombaan yang komprehensif—menyentuh sisi seni, religi, hingga teknologi. Di panggung seni, suara emas peserta Solo Vocal mengalun penuh penghayatan. Dalam lomba Gambar Bercerita, imajinasi dituangkan menjadi visual yang hidup. Di arena religi, MHQ dan MTQ menghadirkan lantunan ayat suci yang syahdu, sementara lomba Mendongeng menampilkan kisah-kisah inspiratif yang membangkitkan semangat.

Namun satu hal yang menjadi magnet tersendiri adalah lomba Coding. Di tengah arus digitalisasi yang kian deras, ALYK Fest berani menghadirkan kompetisi teknologi untuk siswa sekolah dasar. Ini bukan sekadar lomba, melainkan simbol kesiapan generasi muda menyongsong masa depan berbasis digital.

“Sangat tertarik karena lomba coding jarang diselenggarakan di sekolah-sekolah,” ujar salah satu peserta dengan mata berbinar. Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa ajang ini membuka cakrawala baru. Anak-anak tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan, memprogram, dan berpikir logis sejak dini.

Tak berhenti di sana, ALYK Fest juga menghadirkan Try Out khusus kelas 6, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesiapan akademik siswa tingkat akhir. Di tengah semarak lomba, tetap ada ruang untuk keseriusan dan persiapan masa depan pendidikan mereka.

Koordinator kegiatan, Dwi Ratna Sari MPd, menegaskan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai respons atas perubahan zaman. Dunia bergerak cepat, serba digital, dan penuh tantangan. “Harapannya generasi sekarang bisa seimbang dalam penggunaan teknologi, baik dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menggunakannya secara bijak,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan satu hal: ALYK Fest tidak sekadar merayakan kecerdasan, tetapi juga menanamkan karakter. Tidak hanya membentuk anak yang cakap teknologi, tetapi juga berakhlak, kreatif, dan bertanggung jawab.

Lebih dari ajang perebutan juara, ALYK Fest adalah ruang tumbuh. Di sinilah peserta belajar menghadapi tekanan, menerima hasil dengan lapang dada, serta menghargai proses. Di sela-sela perlombaan, penampilan kreasi siswa SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta turut memeriahkan suasana—menjadi inspirasi nyata bagi adik-adik SD bahwa prestasi adalah hasil dari latihan, disiplin, dan keberanian bermimpi.

ALYK Fest 2026 kembali membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar di balik meja dan buku. Ia adalah laboratorium kehidupan. Tempat bakat diasah, karakter dibangun, dan masa depan mulai disiapkan.

Dan ketika gema generasi muda itu terdengar lantang, kita tahu—masa depan sedang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. (Ratna)