SLEMAN – Auditorium Al Hafidz Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) berubah menjadi pusat ekonomi mini yang semarak. Meja-meja tertata rapi, poster promo buatan tangan menghiasi lapak, dan suara ramah para siswa menawarkan dagangan terdengar bersahutan. Inilah Market Day kelas 3 SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta—ajang lahirnya para juragan cilik masa depan.
Mengusung tema “We’re Ready to be Generous Islamic Entrepreneurs”, kegiatan ini bukan sekadar latihan jual beli. Di sinilah anak-anak belajar bahwa wirausaha bukan hanya soal untung rugi, tetapi tentang karakter, integritas, dan kepedulian.
Belajar Jadi Pengusaha Sejak Dini
Sejak pagi, para siswa sudah sibuk mempersiapkan dagangan. Ada yang menjajakan makanan sehat, minuman segar, hingga kerajinan tangan hasil karya sendiri. Mereka berdiri percaya diri di balik meja jualan, mempraktikkan cara menawarkan produk dengan sopan dan ramah.
Namun yang paling penting, mereka belajar nilai dasar seorang pengusaha sejati:
Kejujuran (Siddiq)
Mereka menjelaskan produk apa adanya—tanpa melebih-lebihkan rasa atau kualitas. Anak-anak belajar bahwa kepercayaan pembeli adalah modal utama dalam berbisnis.
Tanggung Jawab
Menghitung uang, memberikan kembalian dengan tepat, mencatat penjualan, hingga menjaga kebersihan lapak—semua dilakukan sendiri. Dari sini mereka memahami bahwa setiap rupiah yang diterima harus dikelola dengan amanah.
Kemandirian dan Kerja Sama
Mereka berdiskusi menentukan harga, membagi peran, hingga saling membantu saat lapak ramai pembeli. Jiwa kepemimpinan dan kolaborasi pun tumbuh alami.
Berdagang Sambil Berbagi
Yang membuat Market Day kali ini istimewa adalah semangat generous atau kedermawanan. Sebagian hasil penjualan disepakati untuk disalurkan melalui LAZ Al Azhar.
Anak-anak tidak hanya merasakan senangnya dagangan laris, tetapi juga belajar bahwa dalam setiap rezeki ada hak orang lain yang membutuhkan. Konsep berbagi ini ditanamkan sejak dini agar kelak mereka tumbuh menjadi pengusaha yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga kaya empati dan kepedulian sosial.
Lebih dari Sekadar Pengalaman Jualan
Keceriaan terpancar dari wajah para siswa saat melayani pembeli. Ada rasa bangga ketika dagangan terjual habis, ada pula pelajaran berharga ketika harus menghitung ulang kembalian agar tidak keliru.
Market Day menjadi ruang belajar nyata di luar kelas—di mana matematika, komunikasi, akhlak, dan kepemimpinan berpadu dalam satu kegiatan yang menyenangkan.
Di akhir acara, bukan hanya meja yang kosong karena dagangan ludes terjual, tetapi hati yang terisi penuh pengalaman. Dari Auditorium Al Hafidz AYWS hari itu, lahir generasi juragan cilik yang belajar bahwa bisnis sejati dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, dan semangat berbagi.
Karena di Al Azhar, sukses bukan hanya tentang menjadi kaya—tetapi tentang menjadi berkah. (Susi S)







