SLEMAN – Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi dengan menggelar Training of Trainers (ToT) secara intensif sepanjang April hingga Mei 2026.
Wakil Ketua Akademik Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) AYWS, Suhartini MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan guru agar adaptif terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan Big Data yang kian masif di dunia pendidikan.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi upaya membangun kesiapan guru agar mampu beradaptasi, memahami, sekaligus mengimplementasikan AI secara bijak dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Dijelaskan, selama periode tersebut ToT dilaksanakan sebanyak lima kali secara luring dan dua hingga tiga kali secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari seluruh unit AYWS yang dibagi ke dalam dua kelas, yakni jenjang TK–SD dan SMP–SMA, masing-masing berjumlah 20 peserta.
Para peserta yang terpilih tidak hanya berperan sebagai peserta pelatihan, tetapi juga diproyeksikan sebagai trainer internal di unit masing-masing. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan pengetahuan serta mendorong implementasi pembelajaran berbasis AI di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan ToT ini bekerja sama dengan PT GIT Solution dari Universitas Amikom Yogyakarta, yang menghadirkan pelatihan secara bertahap dan berkelanjutan. Setiap sesi dirancang dengan pendekatan komprehensif, memadukan teori dan praktik langsung agar para guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.
Adapun materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, adab digital, etika serta risiko penggunaan AI dalam perspektif Islam, pedagogi AI dari jenjang TK hingga SMA, rekayasa prompt, dasar pemrograman, hingga kolaborasi AI dalam pembuatan konten pembelajaran.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah praktisi dan trainer berpengalaman, seperti Kardilah Rohmat Hidayat MKom, Hastari Utama MCs, Reksa Panduasa SKom, serta Andri Pratama SKom, yang memberikan wawasan praktis dan aplikatif terkait pemanfaatan AI di dunia pendidikan.
Suhartini menegaskan, melalui program ini AYWS tidak hanya ingin mengejar ketertinggalan teknologi, tetapi juga membangun komunitas belajar guru yang progresif, adaptif, dan berkarakter.
“Harapannya, para guru tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai adab dalam penggunaan AI, sehingga pembelajaran tetap berlandaskan etika dan tujuan pendidikan yang utuh,” jelasnya.
Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan hingga kolaborasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi di seluruh unit AYWS. (Chaidir)







