- Perwakilan murid baru: Muhammad El Syairazy (Malang) dan Windy Suci Nabila (Sumatera Utara) menjadi perwakilan penyematan tanda peserta MPLS.
- Motivasi dan kesan: Syairazy ingin menyeimbangkan prestasi akademik dan agama, sementara Windy menikmati suasana hangat yang membantunya cepat beradaptasi.
- MPLS yang berkesan: Pendampingan OSIS, kebersamaan saat makan siang, dan interaksi antarmurid membangun kekompakan sejak hari pertama sekolah.
AYWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta pada Senin (13/7/2026) menjadi babak baru yang penuh warna bagi ratusan murid baru. Di antara barisan peserta, ada dua sosok yang terpilih menjadi perwakilan penyematan tanda peserta MPLS secara simbolis dalam upacara pembukaan. Keduanya menarik perhatian karena datang dari luar daerah dan membawa cerita unik serta motivasi besar untuk menuntut ilmu di Yogyakarta.
Mereka adalah Muhammad El Syairazy, alumni SMP Ar Rohmah Boarding School Malang (Jawa Timur) sebagai perwakilan murid putra, dan Windy Suci Nabila, alumni SMP Muhammadiyah Perdagangan (Sumatera Utara) sebagai perwakilan murid putri.
Kejar Keseimbangan Prestasi Akademik dan Agama
Ditemui setelah pembukaan, Muhammad El Syairazy membagikan pengalamannya selama mengikuti hari pertama MPLS. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran pengurus OSIS yang mendampingi jalannya kegiatan.
“Baru saja kami menyelesaikan rangkaian awal kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Seru sekali, apalagi ditemani oleh kakak-kakak OSIS yang sangat ramah dan sabar dalam menjelaskan setiap sudut sekolah serta aturan yang ada,” ujar Syairazy dengan senyum ramah.
Ketika ditanya mengenai alasannya memilih merantau ke Yogyakarta dan bersekolah di SMA Islam Al Azhar 9, remaja asal Malang ini memiliki visi yang matang. “Saya ingin berprestasi di sini. Alasan utama bergabung adalah karena saya ingin berkembang, tidak hanya di bidang akademik saja, tetapi juga ingin ada peningkatan yang kuat dalam bidang agama,” tambahnya mantap.
Cairkan Suasana dan Cerita Seru Menu Makan Siang
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Windy Suci Nabila. Jauh-jauh datang dari Sumatera Utara dengan cita-cita besar menjadi seorang pilot, Windy mengaku sempat merasa gugup di awal acara. Namun, atmosfer hangat di sekolah ini dengan cepat mengubah kecanggungannya.
“Kegiatannya seru sekali! Jujur, awal mulanya saya merasa canggung dan malu dengan anggota kelompok yang lain. Tapi sekarang suasananya sudah mulai cair dan saya sudah punya banyak teman baru,” cerita Windy dengan antusias.
Keseruan hari pertama MPLS Windy semakin lengkap saat memasuki waktu istirahat dan makan siang yang disediakan oleh katering AYWS. Sambil bercengkrama dengan teman-teman barunya setelah menyantap hidangan, Windy memberikan testimoninya.
“Menunya sate, enak banget! Apalagi momen makan bersamanya itu, bikin kami makin akrab dan seru-seruan bareng teman-teman,” ungkapnya riang setelah menikmati makan siang.
Hadirnya Syairazy dan Windy sebagai perwakilan murid baru membuktikan bahwa keberagaman latar belakang daerah bukan menjadi penghalang. Melalui MPLS ini, kekompakan mereka mulai terbentuk untuk bersama-sama melangkah menjadi generasi unggul di bawah naungan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. (Setyo Eko)






