Kinan Bersinar di YICF 2026, Medali Emas Jadi Bukti Dedikasi dan Ketekunan

SLEMAN – Prestasi gemilang kembali ditorehkan murid SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Kinanti Sekar Arum Putri Saksono, siswi kelas 6 Ibnu Sina yang akrab disapa Kinan, sukses mempersembahkan Gold Medal kategori Solo Children dalam ajang bergengsi Yogyakarta International Choral Festival 2026.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih di tengah kesibukannya mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Namun, semangat dan kecintaannya pada dunia tarik suara tak pernah surut. Kinan membuktikan bahwa dedikasi dan disiplin mampu berjalan seiring dengan tanggung jawab akademik.

Keberhasilan tersebut bukanlah hasil instan. Di balik medali emas yang kini menghiasi prestasinya, terdapat perjalanan panjang yang ditempa dengan latihan rutin, ketekunan, serta dukungan penuh dari keluarga dan para pembimbing. Guru vokal Kinan di sekolah, Jeny Ekasari Rusadi, mengungkapkan bahwa bakat Kinan telah diasah sejak kelas 3. Selain berlatih di sekolah, Kinan juga mendapat bimbingan intensif dari pelatih vokal luar sekolah, Zul Hasmi Harahap, yang turut menguatkan teknik dan karakter vokalnya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil nyata. Kinan telah beberapa kali meraih juara dalam berbagai kompetisi solo vocal. Puncaknya, pada Februari 2026 ini, ia berhasil menaklukkan panggung internasional dan meraih Gold Medal di festival paduan suara berskala global yang digelar di Yogyakarta.

Penampilan Kinan sukses memukau dewan juri internasional yang berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Filipina, Swedia, dan Amerika Serikat. Dalam komentar tertulisnya, para juri memuji Kinan sebagai penyanyi muda dengan great musical actor, memiliki kualitas suara yang baik, penghayatan kuat, serta ekspresi yang indah dan menyentuh. Penilaian ini menegaskan bahwa Kinan tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mampu menghadirkan emosi dan cerita melalui suaranya.

Yogyakarta International Choral Festival sendiri dikenal sebagai panggung prestisius yang mempertemukan talenta-talenta vokal terbaik dari berbagai daerah dan negara. Persaingan yang ketat menuntut setiap peserta memiliki teknik vokal matang, kepercayaan diri tinggi, serta kemampuan interpretasi yang kuat. Dalam atmosfer kompetisi yang menantang itulah, Kinan tampil percaya diri, memancarkan pesona panggung, dan berhasil mengukir kemenangan gemilang.

Prestasi ini bukan sekadar medali, melainkan simbol dari ketekunan, keberanian, dan mimpi besar yang terus diperjuangkan. Kinan dan Bu Jeny berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk berani bermimpi, berani berlatih, dan berani berprestasi.

Langkah Kinan masih panjang. Namun satu hal telah terbukti—dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan, panggung dunia bukan lagi sekadar mimpi, melainkan tujuan yang bisa diraih. Teruslah bersinar, Kinan. (Jeny Eka Sari Rusadi)