SMP Islam Al Azhar 66 Bantul Mantapkan Kesiapan Tahun Ajaran melalui Pelatihan Pembelajaran Inovatif

  • SMP Islam Al Azhar 66 Bantul membekali guru dengan pelatihan desain pembelajaran inovatif guna menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027.
  • SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menggelar pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyusun pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
  • Dr Sugiyanta MPd dari BPMP DIY memberikan penguatan mengenai teori belajar, proses kognisi, dan desain pembelajaran sebagai fondasi praktik mengajar yang berkualitas.
  • Pelatihan menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik serta menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pembelajaran yang sistematis, berdampak, dan berkarakter.

AYWS –  SMP Islam Al Azhar 66 Bantul terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan Pelatihan Guru dalam rangka menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan desain pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berdampak bagi perkembangan peserta didik.

Pelatihan menghadirkan Dr. Sugiyanta, M.Pd., narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memberikan penguatan mengenai landasan teoritis dan desain pembelajaran sebagai bekal guru dalam merancang proses belajar yang berkualitas.

Pada sesi awal, Dr. Sugiyanta mengajak seluruh peserta merefleksikan kembali hakikat pembelajaran melalui pemahaman berbagai teori belajar. Menurutnya, penguasaan teori pembelajaran menjadi fondasi penting dalam praktik mengajar di kelas.

“Mengajar tidak sekadar melaksanakan pembelajaran. Guru harus memahami teori pembelajaran agar proses mengajar memiliki arah, tujuan, dan dasar yang jelas, bukan sekadar menyampaikan materi,” ujar Dr. Sugiyanta.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran yang dirancang berdasarkan teori belajar akan lebih mampu mengembangkan kompetensi peserta didik secara utuh, meliputi aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitude).

Materi berikutnya membahas desain pembelajaran yang diawali dengan pemahaman terhadap proses kognisi peserta didik. Dr. Sugiyanta menjelaskan bahwa penyusunan langkah-langkah pembelajaran perlu mempertimbangkan lintasan proses berpikir yang harus dialami peserta didik agar tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Selain itu, pemilihan model pembelajaran juga harus disesuaikan dengan karakteristik materi, tujuan pembelajaran, serta pengalaman belajar minimal yang perlu diperoleh peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

Wakil Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Budi Purnomo, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

“Pelatihan ini merupakan upaya sekolah untuk memberikan pelayanan prima sekaligus menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Kami ingin seluruh guru memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, guru-guru diharapkan mampu menyusun pembelajaran yang lebih terarah, sistematis, dan berpusat pada peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan kompetensi mereka.

Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi pendidik, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul siap menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 melalui implementasi pembelajaran yang inovatif, sistematis, terstruktur, dan berdampak, sejalan dengan komitmen sekolah dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter. (Argo)