SLEMAN –  Tepuk tangan bergemuruh berkali-kali di Ballroom Hotel Ambarrukmo Yogyakarta. Satu per satu nama siswa dipanggil ke atas panggung. Ada yang meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD), ada yang mencatatkan nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA), ada pula yang memborong prestasi dari berbagai kompetisi regional, nasional, hingga internasional.
Hari itu, Kamis (18/6/2026), Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Angkatan XIII SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta benar-benar berubah menjadi panggung penghargaan bagi generasi berprestasi. Di hadapan jajaran pimpinan Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS), pengurus Jamiyyah, para guru, dan orang tua siswa, ratusan hadirin dibuat bangga menyaksikan deretan capaian luar biasa yang berhasil ditorehkan para lulusan tahun ini.
Panggung megah yang berdiri di Ballroom Hotel Ambarrukmo seolah tak pernah sepi. Setelah satu kelompok siswa menerima penghargaan, kelompok berikutnya kembali naik ke atas panggung untuk menerima apresiasi atas prestasi yang mereka raih.
Berbagai penghargaan diberikan kepada siswa-siswa terbaik, mulai dari peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA), peraih nilai sempurna pada Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD), peraih nilai ijazah tertinggi, nilai keagamaan terbaik, nilai tahfidz quran terbanyak, penghargaan Cambridge Checkpoint Test, hingga penghargaan bagi siswa yang menunjukkan keunggulan dalam berbagai bidang akademik maupun nonakademik.
Deretan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa para lulusan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu berkompetisi dan berprestasi di berbagai arena perlombaan. Prestasi-prestasi itu pun semakin istimewa karena lahir dari proses pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik, keagamaan, karakter, dan pengembangan bakat siswa.
Namun hari penghormatan bagi para lulusan itu tidak hanya dipenuhi kilauan medali dan piagam penghargaan. Para siswa juga mempersembahkan suguhan seni yang membuat suasana acara semakin hidup, hangat, dan berkesan.
Sejak awal acara, para hadirin disuguhi berbagai penampilan kreatif yang menunjukkan keberanian, bakat, dan kemampuan para siswa. Mulai dari penampilan menyanyi, tari, hingga pidato empat bahasa yang dibawakan dengan penuh percaya diri.
Dalam satu sesi yang mengundang decak kagum, para siswa tampil menyampaikan pidato menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Penampilan tersebut memperlihatkan kemampuan komunikasi yang menjadi salah satu keunggulan lulusan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta.
Suasana kemudian berubah menjadi penuh haru ketika para siswa peraih prestasi di bidang tarik suara naik ke atas panggung. Mereka berkolaborasi dengan Ketua Jamiyyah SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Titi Inayati, membawakan lagu yang menyentuh hati, Bundaku.
Ketika lagu Hymne Guru mulai mengalun, suasana ballroom mendadak menjadi syahdu. Para guru yang selama bertahun-tahun mendampingi siswa menuntut ilmu tampak tersenyum haru. Beberapa orang tua terlihat menatap panggung tanpa berkedip, menikmati setiap bait lagu yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan.
Suasana emosional semakin terasa ketika lagu Bundaku dilantunkan. Lagu yang menggambarkan cinta dan pengorbanan seorang ibu itu berhasil menyentuh relung hati para hadirin. Tak sedikit mata yang tampak berkaca-kaca, larut dalam kebanggaan sekaligus keharuan menyaksikan anak-anak mereka tumbuh hingga mencapai salah satu tonggak penting dalam kehidupan.
Namun kejutan terbesar hadir pada pertunjukan seni khas Papua. Dengan mengenakan kostum khas Papua yang berwarna-warni, para siswa tampil membawakan tarian Nusantara yang energik dan memukau. Iringan lagu Yamko Rambe Yamko dan Sarjojo membuat suasana ballroom berubah meriah.
Gerakan yang kompak, ekspresi yang penuh semangat, serta tata panggung yang megah menjadikan penampilan tersebut sebagai salah satu sajian terbaik malam itu. Lebih dari sekadar pertunjukan, tarian Papua tersebut membawa pesan kuat tentang Indonesia yang beragam namun tetap bersatu. Para siswa ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dirayakan bersama.
Penampilan spektakuler itu bahkan menuai apresiasi khusus dari Ketua Yayasan Asram/BPPH Al Azhar Yogyakarta World School, Dra HA Hafid Asrom MM. Menurutnya, aksi seni yang ditampilkan para siswa menunjukkan kualitas, kreativitas, dan rasa percaya diri yang luar biasa.
“Penampilan anak-anak dalam aksi kesenian Papua sungguh dahsyat dan memukau,” ujarnya.
Acara Akhirussanah Angkatan XIII akhirnya menjadi perpaduan sempurna antara prestasi dan seni. Di satu sisi, para siswa menunjukkan keunggulan akademik melalui deretan nilai tertinggi dan berbagai penghargaan. Di sisi lain, mereka memperlihatkan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui pertunjukan yang memikat.
Di bawah gemerlap lampu ballroom dan riuh tepuk tangan hadirin, para lulusan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta menutup perjalanan mereka di bangku sekolah menengah pertama dengan cara yang istimewa: berpamitan melalui prestasi, berkarya melalui seni, dan melangkah menuju masa depan dengan penuh percaya diri. (Chaidir)






