- Adab dalam pembelajaran: Pengawas YPI Al Azhar Faizin MPd. menekankan agar adab terintegrasi dalam aktivitas belajar sehari-hari.
- Pembiasaan 5S: Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun diperkuat untuk membangun interaksi positif di lingkungan sekolah.
- Asesmen adab: Sekolah didorong memiliki indikator dan instrumen yang jelas agar perkembangan adab murid dapat dipantau secara sistematis dan berkelanjutan.
AYWS – Pembinaan tidak selalu berlangsung melalui ruang pertemuan. Di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, penguatan nilai adab justru dapat ditemukan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Pengawas YPI Al Azhar, Faizin MPd, saat melakukan kunjungan dan pembinaan di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul pada Rabu (16/9/2026).
Dalam kunjungannya, Faizin berkesempatan mengamati secara langsung proses pembelajaran di kelas yang diampu oleh Margono MPd, guru Bahasa Indonesia. Dari proses pembelajaran tersebut, ia melihat adanya implementasi adab yang telah terintegrasi dalam kegiatan belajar, salah satunya melalui muatan IMTAK yang diberikan pada awal pembelajaran.
Menurut Faizin, penerapan adab dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan murid. Salah satunya terlihat ketika kegiatan projek berlangsung. Saat beberapa murid ingin mencicipi hasil projek yang dibuat, mereka kembali diingatkan untuk memperhatikan adab makan, seperti berdoa terlebih dahulu dan makan dalam posisi duduk.
Hal tersebut menjadi contoh bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun karakter dan kebiasaan baik murid. Adab dapat ditanamkan melalui berbagai aktivitas yang mereka lakukan setiap hari di sekolah.
Dalam sesi pembinaan, Faizin menekankan pentingnya penguatan implementasi adab yang perlu terus disampaikan dan dibiasakan kepada murid. Beberapa di antaranya adalah adab kepada Allah dan adab kepada Al-Qur’an. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku murid.
Penguatan adab juga diarahkan melalui pembiasaan 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Pembiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun interaksi positif di lingkungan sekolah, baik antara murid dengan guru, murid dengan teman, maupun seluruh warga sekolah.
Selain pembiasaan, Faizin juga menyampaikan pentingnya menyusun indikator dan instrumen asesmen adab. Menurutnya, keberadaan indikator yang jelas akan membantu sekolah dalam memantau perkembangan adab murid secara lebih terarah. Dengan demikian, adab tidak hanya menjadi program atau slogan, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya positif yang diterapkan secara konsisten.
Dalam pembinaan tersebut, Faizin turut menyampaikan gambaran mengenai instrumen dan indikator yang perlu diperhatikan dalam asesmen adab. Hal ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam mengembangkan proses pembinaan karakter yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Kunjungan Faizin di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul juga mencakup pengawasan pada berbagai bidang yang ada di sekolah. Ia melakukan pemantauan terhadap sejumlah bidang wakabid, di antaranya kemuridan, keagamaan, sarana dan prasarana, tata usaha, serta UKS.
Melalui pemantauan tersebut, berbagai masukan dan umpan balik positif diberikan sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pengelolaan sekolah. Kehadiran pengawas menjadi ruang refleksi bagi sekolah untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dapat dikembangkan.
Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum bagi SMP Islam Al Azhar 66 Bantul untuk terus memperkuat sinergi antara pembelajaran, pembiasaan, dan penguatan adab. Dengan implementasi yang dilakukan secara konsisten dan didukung indikator yang terarah, nilai-nilai adab diharapkan semakin melekat dalam keseharian murid dan tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. (nurul fatimah)






