- Guru SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengikuti pelatihan profesionalisme melalui asesmen yang objektif, valid, dan berkelanjutan.
- Pelatihan membahas perencanaan pembelajaran, TP, ATP, pembelajaran terdiferensiasi, serta integrasi asesmen dalam proses belajar.
- Guru didorong menerapkan asesmen bermakna untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, responsif, terukur, dan berorientasi pada kemajuan murid.
AYWS – Kualitas pembelajaran di kelas tidak hanya ditentukan oleh bagaimana guru menyampaikan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik merancang proses belajar dan mengukur perkembangan peserta didik secara tepat. Karena itu, penguatan profesionalisme guru menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman belajar yang semakin berkualitas bagi murid.
Semangat tersebut diwujudkan seluruh guru SD Islam Al Azhar 38 Bantul melalui pelatihan bertajuk “Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Asesmen yang Objektif, Valid, dan Berkelanjutan”, Sabtu (22/8/2026).
Pelatihan menghadirkan akademisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr Widowati Pusporini MPd, sebagai pemateri. Kegiatan ini diarahkan untuk memperdalam kemampuan guru dalam merancang pembelajaran sekaligus mengembangkan asesmen yang tepat sasaran, objektif, valid, dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif sejak awal. Melalui sesi pemantik, para guru diajak merefleksikan kembali keterkaitan antara pembelajaran dan asesmen. Asesmen tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan untuk mengetahui hasil belajar, tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran itu sendiri.
Memasuki materi utama, Widowati mengajak para guru membedah kembali perencanaan pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen terkini. Setiap tahapan perencanaan dipetakan agar kegiatan belajar di kelas memiliki arah yang jelas, terukur, sekaligus mampu merespons kebutuhan peserta didik.
Pembahasan kemudian diarahkan pada perumusan Tujuan Pembelajaran (TP) dan pemetaannya ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) secara sistematis. Guru juga mendapatkan penguatan mengenai implementasi pembelajaran terdiferensiasi, termasuk bagaimana memahami karakteristik pembelajaran yang dinamis serta menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan dan kesiapan belajar masing-masing murid.
Dalam proses tersebut, asesmen menjadi bagian penting yang terus terintegrasi dalam pembelajaran harian. Guru dibekali pemahaman dan strategi untuk memanfaatkan hasil asesmen sebagai dasar dalam menentukan langkah pembelajaran berikutnya.
Sesi pelatihan semakin diperdalam melalui pembahasan mengenai pengembangan asesmen yang bermakna. Para guru mempelajari berbagai teknik asesmen yang dapat mendukung deep learning atau pembelajaran mendalam, sekaligus berlatih merancang instrumen evaluasi yang objektif dan valid.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kompetensi guru diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi berlanjut pada penerapan nyata di ruang kelas. Dengan demikian, asesmen dapat menjadi instrumen yang membantu guru memahami perkembangan murid sekaligus menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya iklim belajar yang inklusif, terukur, dan berorientasi pada kemajuan setiap peserta didik,” kata Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Muhammad Saiful Bahri MPd.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen SD Islam Al Azhar 38 Bantul untuk terus memperkuat kualitas pendidik. Sebab, ketika kompetensi guru terus berkembang, proses pembelajaran pun memiliki peluang semakin adaptif, bermakna, dan mampu memberikan ruang bagi setiap murid untuk berkembang secara optimal. (Nastiti)







