- Sapu bersih tiga besar: Al Azhar 9 Yogyakarta meraih Juara 1, 2, dan 3 Lomba Video Manajemen Pengelolaan Kelas.
- Kekuatan kolaborasi: Prestasi lahir dari kreativitas, inovasi, kerja sama, dan komitmen para guru dalam mengelola pembelajaran.
- Budaya berprestasi: Penghargaan publikasi website serta apresiasi bagi pimpinan dan Jam’iyyah menunjukkan kuatnya ekosistem kolaborasi sekolah.
AYWS – Prestasi besar sering kali terlihat sederhana ketika hanya disaksikan dari panggung penghargaan. Nama dipanggil, trofi diserahkan, foto diabadikan. Namun, di balik setiap penghargaan, selalu ada cerita panjang tentang kerja keras, kreativitas, keberanian mencoba, dan yang paling penting: kolaborasi.
Itulah yang tergambar dari capaian SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta dalam ajang penghargaan yang diberikan oleh BPPH Al Azhar Yogyakarta. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Al Hafidh, Kampus Al Azhar Yogyakarta, sejumlah penghargaan berhasil dibawa pulang oleh sekolah ini.
Yang membuat capaian tersebut terasa istimewa adalah apa yang terjadi pada kategori Lomba Video Manajemen Pengelolaan Kelas. Bukan hanya satu, bukan pula dua, tetapi seluruh posisi tiga besar berhasil diborong oleh guru-guru SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.
Juara 1 diraih oleh tim Prodoto Idi Hapsoro SPd Gr dan Tri Wahyu Anisa SPd. Juara 2 diraih oleh tim Rahmad Sugiarto MPd Gr dan Prayogo Setiyono SPd Gr. Sementara Juara 3 diraih oleh Lili Suryani MPd Gr.
Tiga juara. Satu sekolah
Capaian ini tentu bukan sekadar keberuntungan. Ada sesuatu yang lebih besar di baliknya. Ada budaya untuk terus bertumbuh. Video tentang pengelolaan kelas pada akhirnya bukan hanya soal kamera, gambar, atau kemampuan mengemas sebuah tayangan. Di balik sebuah video yang baik, ada gagasan tentang bagaimana kelas dikelola, bagaimana guru menghadirkan pembelajaran yang efektif, bagaimana kreativitas diterapkan, dan bagaimana praktik baik di ruang kelas dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
Ketika tiga karya terbaik berasal dari sekolah yang sama, hal itu menunjukkan bahwa inovasi tidak berdiri sebagai kerja individu. Ia tumbuh dari lingkungan yang memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi, mencoba pendekatan baru, berbagi gagasan, dan saling menguatkan.
Rahasia berikutnya adalah kolaborasi
Menariknya, dua posisi teratas diraih oleh tim yang terdiri dari dua guru. Ini memperlihatkan bahwa sebuah karya dapat menjadi lebih kuat ketika ide, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda dipertemukan. Ada proses berdiskusi, menyusun konsep, mengambil gambar, menyempurnakan isi, hingga memastikan pesan yang ingin disampaikan benar-benar sampai kepada penonton.
Sementara Juara 3 yang diraih oleh Lili Suryani MPd Gr semakin menegaskan bahwa kreativitas telah menjadi bagian dari kekuatan kolektif sekolah. Dengan kata lain, yang diborong bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa budaya berkarya telah tumbuh di lingkungan sekolah.
Prestasi itu pun tidak berhenti pada kompetisi. SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta juga meraih Peringkat 2 Terbaik Publikasi Kegiatan Sekolah melalui Media Website ayws.sch.id. Penghargaan ini memperlihatkan sisi lain dari kekuatan sekolah: kemampuan mendokumentasikan, mengomunikasikan, dan membagikan berbagai aktivitas serta capaian sekolah melalui media digital.
Di sinilah terlihat sebuah pola yang menarik. Guru-gurunya produktif berkarya, sekolahnya konsisten mendokumentasikan kegiatan, dan berbagai capaian tersebut dikomunikasikan dengan baik kepada publik.
Prestasi akhirnya bukan lagi sesuatu yang berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari ekosistem. Ekosistem itulah yang juga tercermin dari apresiasi yang diberikan kepada para pimpinan dan pengurus satuan pendidikan. Nama Agung Widiyantoro MPd memperoleh Apresiasi Kepala Satuan Pendidikan, Dian Larasati SPd Gr memperoleh Apresiasi Wakil Kepala Satuan Pendidikan. Sementara Nurma Nurmiyati memperoleh Apresiasi Ketua Jam’iyyah Satuan Pendidikan.
Lengkap sudah gambarnya
Ada guru yang berkarya. Ada pimpinan yang menggerakkan. Ada pengurus yang mendukung. Ada sekolah yang memberi ruang. Dan ada seluruh warga sekolah yang berjalan menuju tujuan yang sama. Inilah mungkin rahasia terbesar di balik prestasi SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta: prestasi tidak dikejar sendirian. Ia dibangun bersama.
Karena sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang memiliki individu-individu hebat. Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu mempertemukan banyak potensi, mengubahnya menjadi energi bersama, lalu mengarahkannya menjadi karya yang memberikan manfaat.
Maka, ketika tiga besar Lomba Video Manajemen Pengelolaan Kelas seluruhnya menjadi milik SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, kita tidak sedang melihat tiga kemenangan yang kebetulan terjadi bersamaan. Kita sedang melihat sebuah budaya positif yang menghasilkan prestasi yaitu budaya untuk berinovasi, budaya untuk berkolaborasi, budaya untuk mendokumentasikan praktik baik, budaya untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Dan mungkin, inilah yang membuat prestasi tersebut terasa luar biasa. Sebab piala bisa menjadi simbol kemenangan, tetapi budaya berkarya adalah mesin yang membuat kemenangan itu terus mungkin terjadi. (Frau Rini)







