Pesan Penting Wakil Bupati Bantul untuk Wisudawan: Jaga Salat, Jaga Masa Depan

YOGYAKARTA – Di tengah suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan yang menyelimuti Wisuda Perdana SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Selasa (16/6/2026), Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta SSos MM menyampaikan pesan penting yang menyentuh hati kepada para wisudawan. Di hadapan para tamu undangan, guru, dan orang tua yang hadir di Burza Hotel Yogyakarta, ia mengingatkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan prestasi, tetapi juga oleh kedekatan seseorang dengan Allah SWT.

Acara wisuda tersebut menjadi tonggak bersejarah bagi SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto SSos MM, Wakil Ketua Bidang Kesekretariatan BPPH AYWS H Bashori Muhammad MPd, Wakabid Akademik BPPH AYWS Suhartini MPd, Wakabid Keagamaan BPPH AYWS Dr Yogi E Ginanjar Lc MA, para kepala satuan pendidikan di lingkungan AYWS, Ketua Jam’iyyah SMP Islam Al Azhar 66 Bantul Nuliya Melza SE, Ketua Jam’iyyah AYWS, serta para orang tua dan wali murid.

Mengawali sambutannya, Aris menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMP Islam Al Azhar 66 Bantul yang telah mengantarkan para siswa menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama. Menurutnya, tugas mendidik generasi muda bukanlah pekerjaan yang mudah karena tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan.

Ia kemudian mengajak para wisudawan untuk merenungkan makna kelulusan yang sesungguhnya. Menurutnya, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih panjang. Di depan para lulusan terbentang berbagai pilihan, kesempatan, dan tantangan yang akan menentukan masa depan mereka.

“Mulai hari ini kalian akan memasuki lingkungan yang baru, bertemu teman-teman baru, guru baru, dan tantangan yang baru. Akan banyak hal yang kalian kejar dalam hidup, mulai dari prestasi, pendidikan yang lebih tinggi, hingga cita-cita yang ingin diwujudkan. Namun ada satu hal yang jangan sampai tertinggal dalam perjalanan itu, yaitu salat,” pesannya.

Dengan nada penuh perhatian, Aris mengingatkan bahwa di era modern saat ini, banyak anak muda yang memiliki mimpi besar, tetapi perlahan melupakan fondasi spiritual yang menjadi penopang kehidupan. Padahal, menurutnya, kesuksesan yang sesungguhnya lahir dari keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga salat lima waktu di mana pun mereka berada. Bukan hanya saat berada di lingkungan sekolah yang mendukung, tetapi juga ketika mereka berada di luar rumah, dalam perjalanan, atau saat menghadapi kesibukan yang padat.

“Kelak kalian bisa menjadi apa saja. Bisa menjadi dokter, guru, pengusaha, insinyur, bahkan pemimpin bangsa. Tetapi setinggi apa pun cita-cita yang kalian raih, jangan pernah meninggalkan salat. Karena salat adalah yang akan menjaga kalian ketika tidak ada orang lain yang mengingatkan,” ujarnya.

Menuju Indonesia Emas

Pesan tersebut mendapat perhatian khusus karena disampaikan di tengah semangat mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Menurut Aris, Indonesia membutuhkan generasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. Namun bangsa ini juga membutuhkan generasi yang memiliki karakter kuat dan akhlak yang baik.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan nilai-nilai agama yang menjadi pegangan hidup. Oleh sebab itu, selain menjaga salat, para lulusan juga diminta untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kalian ingin menjadi generasi emas, jangan hanya memperkuat ilmu pengetahuan. Perkuat juga iman dan akhlak. Jadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup dan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” katanya.

Kepada para orang tua, Aris juga menyampaikan apresiasi atas pengorbanan dan perjuangan yang telah diberikan selama mendampingi putra-putri mereka menempuh pendidikan. Ia berharap sinergi antara keluarga dan sekolah tetap terjaga meskipun para siswa telah lulus dari SMP.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Di balik setiap prestasi anak terdapat doa orang tua yang tidak pernah putus, bimbingan guru yang tulus, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Aris berpesan agar para wisudawan terus menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah berhenti belajar. Ia meyakini bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang memiliki ilmu, akhlak, dan keteguhan iman.

“Jadilah anak-anak yang membanggakan orang tua, membanggakan sekolah, dan membanggakan Kabupaten Bantul. Teruslah belajar, teruslah berbuat baik, dan yang paling penting, jangan pernah tinggalkan salat di mana pun kalian berada,” ujarnya.

Pesan sederhana itu menjadi penutup yang berkesan dalam prosesi wisuda perdana SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Sebuah pengingat bahwa di tengah impian besar dan berbagai pencapaian yang ingin diraih, ada nilai-nilai yang harus tetap dijaga agar langkah kehidupan selalu berada di jalan yang benar. (Chaidir)