Saad Bikin Kejutan ! Fasih Terjemahkan Alquran ke Bahasa Inggris Tanpa Teks

WONOSARI – Momen tak terduga sekaligus mengagumkan terjadi dalam acara Haflah Akhirussanah KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari yang digelar di Ballroom Hotel Santika Wonosari, Kamis (14/5/2026). Seorang siswa taman kanak-kanak sukses mencuri perhatian seluruh hadirin lewat kemampuan luar biasa yang jarang dimiliki anak seusianya.

Adalah Abdurrahman Saad Prabowo, siswa TK yang tampil memukau dengan menerjemahkan ayat suci Alquran ke dalam bahasa Inggris secara fasih—bahkan tanpa membaca teks.

Penampilan Saad menjadi salah satu kejutan terbesar dalam acara tersebut. Dengan percaya diri, ia melafalkan terjemahan beberapa ayat dari Surat Ar-Rahman dalam bahasa Inggris dengan lancar dan penuh penghayatan. Kemampuannya itu sontak membuat para tamu undangan terpukau.

Di atas panggung, Saad tidak tampil sendiri. Ia didampingi dua rekannya yang turut membuka acara dengan melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Salah satu siswa perempuan membacakan ayat Alquran, sementara siswa laki-laki lainnya menyampaikan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Saad kemudian melengkapi penampilan tersebut dengan terjemahan dalam bahasa Inggris.

Kolaborasi tiga siswa ini sukses menciptakan suasana haru sekaligus bangga. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Saad yang tampil begitu percaya diri dan menguasai materi tanpa teks.

Ketua Yayasan Asram/BPPH Al Azhar Yogyakarta, Hafidh Asrom MM, mengaku terkejut sekaligus bangga atas penampilan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan para siswa, khususnya Saad.

“Alhamdulillah, selama kurang lebih 21 tahun sejak 2005 hingga hari ini, baru kali ini saya menyaksikan sesuatu yang benar-benar luar biasa. Pagi ini saya melihat anak-anak TK mampu menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Inggris. Ini sungguh membanggakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut sangat istimewa mengingat usia anak-anak yang masih sangat dini. Menurutnya, biasanya anak seusia mereka masih dalam tahap adaptasi dasar, namun yang ditampilkan di panggung justru melampaui ekspektasi.

“Biasanya anak-anak seusia ini masih menangis saat ditinggal orang tuanya. Tapi hari ini, yang saya lihat justru kepercayaan diri dan kemampuan luar biasa,” tambahnya.

Hafidh juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan guru yang telah berperan besar dalam membentuk karakter serta kemampuan anak-anak.

“Selamat kepada orang tua dan para guru yang telah dengan sabar mendidik anak-anak. Hasilnya sudah mulai terlihat dan sangat membanggakan,” ungkapnya.

Ia berharap, anak-anak tersebut kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan agama. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari, Tri Wahyuni Kurniasih, S.Pd, mengungkapkan bahwa Saad memang termasuk siswa dengan kemampuan istimewa.

“Saad adalah anak yang cepat menangkap pelajaran dan memiliki daya hafal yang kuat. Ia memang mendapatkan perhatian khusus dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Setelah lulus dari TK, Saad direncanakan melanjutkan pendidikan ke SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, melanjutkan perjalanan akademiknya yang sudah menunjukkan potensi gemilang sejak dini.

Acara Haflah Akhirussanah tahun ini bukan hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan usia dini mampu melahirkan generasi unggul dengan kemampuan yang melampaui usia mereka. (Chaidir)