- SMP Islam Al Azhar 66 Bantul resmi menetapkan tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dalam tahapan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) Tahun Pelajaran 2026–2027.
- Penetapan pasangan calon dilanjutkan dengan pengundian nomor urut dan penyampaian prakata dari masing-masing kandidat yang berlangsung penuh semangat, sportif, dan inspiratif.
- Pemilos menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang menanamkan nilai kepemimpinan, integritas, kolaborasi, serta budaya kompetisi yang sehat bagi seluruh murid.
AYWS – SMP Islam Al Azhar 66 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “Smart Teacher, Smart Classroom: AI-Enhanced Pedagogy” yang diselenggarakan pada Jumat (7/8/2026) di Kelas 7 Al Jazari .
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah mempersiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Mengusung tema “Optimalisasi Artificial Intelligence untuk Pembelajaran Bermakna, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global”, pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi seluruh guru untuk memahami, mengeksplorasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, para pendidik didorong tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam praktik pembelajaran yang kreatif, personal, dan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang teknologi pendidikan, yaitu Rahmat Hidayat SPd MPd, Anggit Tyas Fitra Romadani MPd, dan Yeni Rahmawati SPd MPd. Ketiganya membagikan wawasan sekaligus praktik pemanfaatan Artificial Intelligence dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, penyusunan asesmen, hingga strategi mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran secara efektif, etis, dan bertanggung jawab.
Kembangkan Kompetensi
Dalam sambutannya, Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni MPd, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesiapan pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensinya agar mampu mendidik generasi yang hidup di era yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Didiklah anakmu sesuai zamannya. Belajar AI untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan abad ke-21. Oleh karena itu, penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, serta mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.
Lebih dari sekadar mengenalkan teknologi, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan AI Pedagogies, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kecerdasan artifisial untuk memperkuat kualitas proses belajar mengajar tanpa menggeser peran utama guru sebagai pendidik. Artificial Intelligence diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung guru dalam merancang pembelajaran, menyusun asesmen, mengembangkan media ajar, menganalisis kebutuhan belajar peserta didik, hingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, para guru juga diajak membangun mindset yang kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan Artificial Intelligence. AI bukanlah pengganti kemampuan berpikir, kreativitas, maupun profesionalisme guru, melainkan mitra yang membantu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran. Setiap informasi maupun hasil yang dihasilkan AI perlu dikaji secara kritis, diverifikasi kebenarannya, serta disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan pendidikan. Dengan demikian, keputusan pedagogis, keteladanan, empati, kreativitas, serta pembentukan karakter tetap berada di tangan guru sebagai pendidik.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dalam membangun budaya lifelong learning di kalangan pendidik. Sejalan dengan semangat Smart Teacher, Smart Classroom, sekolah meyakini bahwa transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas guru dalam memanfaatkannya secara etis, bijaksana, dan berorientasi pada kemaslahatan peserta didik. Dengan guru yang terus bertumbuh dan adaptif terhadap perkembangan zaman, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berakar pada nilai-nilai Islam, serta mencetak generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. (Argo)






