SLEMAN — Suasana meriah dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Akhirussanah dan Tasyakuran Kelulusan Angkatan Pertama Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta yang digelar di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Minggu (7/6/2026).
Acara tersebut menjadi momen bersejarah bagi Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta karena untuk pertama kalinya melepas lulusan angkatan perdana sejak lembaga pendidikan anak usia dini tersebut berdiri. Sebanyak 10 murid dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kegiatan berlangsung semarak dengan berbagai penampilan yang dibawakan para murid. Tingkah lucu dan menggemaskan anak-anak sukses mengundang tawa dan tepuk tangan para tamu yang hadir. Mereka tampil percaya diri membawakan lagu-lagu anak, tarian, pidato dalam Bahasa Inggris, Bahasa Arab, hingga Bahasa Jawa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Yayasan Asram Eny Yustini SE, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS Drs HA Hafidh Asrom MM, pelatih sepakbola nasional terkenal Indra Sjafri, jajaran pimpinan jamiyyah, para guru, serta orang tua murid yang memadati auditorium.
Momen Istimewa dan Bersejarah
Kepala Satuan Pendidikan Al Azhar 60 Early Years Programme, Tri Damayanti SPsi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda angkatan pertama yang menjadi tonggak penting perjalanan lembaga.
“Ini merupakan momen yang sangat istimewa dan bersejarah bagi kami. Untuk pertama kalinya Al Azhar 60 Early Years Programme meluluskan peserta didik pada tahun ajaran 2025–2026. Kami sangat bersyukur dan bangga dapat mengantarkan anak-anak hebat ini menuju jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Tri Damayanti mengungkapkan, meskipun jumlah lulusan angkatan pertama hanya 10 anak, mereka memiliki makna yang sangat besar bagi sekolah. Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar jumlah, melainkan simbol awal perjalanan yang penuh harapan.
“Meskipun hanya 10 anak, mereka adalah anak-anak pilihan dan istimewa. Angka sepuluh bagi kami melambangkan awal yang sempurna. Mereka adalah generasi pembuka jejak langkah dan pembawa harapan besar bahwa dari langkah kecil ini akan lahir generasi-generasi hebat di masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran di Al Azhar 60 Early Years Programme dirancang sesuai karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman langsung. Karena itu, sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas kontekstual yang menyenangkan.
“Anak usia dini belajar melalui bermain, bergerak, bereksplorasi, dan mengalami secara langsung. Pendidikan pada usia ini bukan hanya tentang membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, empati, rasa percaya diri, dan kebahagiaan dalam belajar,” tuturnya.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan Laboratorium Alam (Lab Alam) sebagai sarana belajar kontekstual bagi peserta didik. Melalui program tersebut, anak-anak diajak mengenal proses bercocok tanam, memanen hasil pertanian, hingga memahami asal-usul makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak belajar secara nyata. Mereka diajak menanam padi, memanen, hingga memahami bagaimana proses makanan sampai ke meja makan. Dari sana tumbuh rasa syukur kepada Allah SWT dan penghargaan terhadap kerja keras para petani,” jelas Bunda Dama.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Damayanti juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Asram/BPPH AYWS yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program pendidikan di Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah serta mendukung seluruh proses pembelajaran selama satu tahun terakhir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Ayah dan Bunda. Tanpa dukungan, kerja sama, dan kemitraan yang baik dari orang tua, perjalanan pendidikan ini tidak akan berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Acara Akhirussanah dan Tasyakuran Kelulusan tersebut ditutup dengan sesi pemberian penghargaan kepada para lulusan, penampilan terakhir murid, serta doa bersama. Suasana haru bercampur bangga tampak menyelimuti para orang tua saat menyaksikan anak-anak mereka menerima tanda kelulusan sebagai angkatan pertama Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta.
Apresiasi Jamiyyah
Sementara itu Ketua Jamiyyah Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta, Yuvana Ma’ana Ulfah AMd Pa, Ketua Jamiyyah Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta, Yuvana Ma’ana Ulfah A.Md.PA, mewakili orang tua murid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran sekolah yang telah mendampingi tumbuh kembang anak-anak selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, Yuvana mengungkapkan bahwa para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi keluarga kedua bagi anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.
“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ibu Tri Damayanti beserta seluruh Bapak dan Ibu guru atas dedikasi, kesabaran, kasih sayang, dan ketulusan dalam mendidik putra-putri kami. Bagi kami para orang tua, para guru bukan hanya pendidik, tetapi juga telah menjadi keluarga kedua yang membersamai proses tumbuh kembang anak-anak setiap hari,” ujarnya.
Menurut Yuvana, wisuda angkatan pertama memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi tonggak sejarah bagi Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta. Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan awal lembaga pendidikan tersebut.
“Hari ini bukan sekadar hari kelulusan, tetapi juga menjadi catatan sejarah karena anak-anak kami merupakan angkatan pertama yang lulus dari Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta. Tentu ada rasa haru dan bangga karena kami ikut menyaksikan lahirnya perjalanan besar ini sejak awal,” katanya.
Yuvana menilai pendidikan yang diberikan Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi penting bagi anak-anak di masa depan.
“Kami merasakan bahwa pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan iman, moral, dan akhlak. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan anak-anak di tengah perkembangan era digital saat ini,” tuturnya.
Bangga
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya saat menyaksikan anak-anak tampil percaya diri dalam berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk mempresentasikan hasil belajar menggunakan Bahasa Inggris melalui kegiatan Student Led Conference.
“Sebagai orang tua, kami sangat bangga melihat perkembangan anak-anak. Mereka yang dahulu datang ke sekolah dengan rasa malu dan ragu, kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, ceria, dan berani tampil di depan umum,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yuvana turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua murid yang telah membangun sinergi positif bersama sekolah selama proses pendidikan berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan hingga meluluskan angkatan pertama tidak lepas dari kerja sama yang baik antara yayasan, sekolah, guru, dan orang tua.
“Sebagai angkatan perdana tentu banyak tantangan yang harus dilalui. Namun berkat kebersamaan, komunikasi yang baik, serta dukungan semua pihak, Alhamdulillah kita dapat sampai pada momen bersejarah ini dengan penuh rasa syukur,” katanya.
Di penghujung sambutannya, Yuvana berpesan kepada seluruh lulusan agar terus melangkah dengan penuh semangat dan percaya diri dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya.
“Semoga masa-masa indah yang telah dilalui di Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta menjadi kenangan terbaik dalam perjalanan masa kecil mereka dan menjadi bekal untuk meraih cita-cita di masa depan,” tutupnya. (Chaidir)







