SLEMAN — Pelatih sepak bola nasional Indonesia, Indra Sjafri, menegaskan pentingnya pendidikan usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi unggul Indonesia di masa depan.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato dalam acara Akhirussanah dan Tasyakuran lulusan perdana murid angkatan pertama Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta yang digelar di Auditorium Al Hafidh Kampus 1 Yayasan Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS), Minggu (7/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Indra Sjafri menyampaikan apresiasinya kepada pendiri dan pengelola Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta, Drs HA Hafidh Asrom MM, yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan taman kanak-kanak merupakan salah satu fase paling penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Pada masa inilah fondasi karakter, pola pikir, dan kebiasaan belajar mulai dibentuk sebelum anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“TK adalah fondasi yang paling penting dalam dunia pendidikan. Sebelum itu, pendidikan terbaik sebenarnya dimulai dari rumah, sejak anak berada dalam kandungan hingga memasuki usia sekolah. Karena itu, peran orang tua dan lembaga pendidikan harus berjalan bersama untuk membangun dasar yang kuat bagi anak-anak,” ujar Indra.
Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran memiliki tahapan yang harus dibangun secara benar sejak awal. Jika fondasi pendidikan yang diberikan kepada anak tidak tepat, maka kesalahan tersebut berpotensi terbawa hingga tahap perkembangan berikutnya.
Karena itu, Indra menilai keputusan para orang tua mempercayakan pendidikan anak di Al Azhar Yogyakarta merupakan langkah yang tepat dalam menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa.
Inovasi Pendidikan
Dalam pidatonya, Indra juga menyoroti pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Ia mengajak para pendidik untuk tidak sekadar mengikuti pola yang sudah ada, tetapi berani menciptakan pendekatan baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Sebagai perbandingan, ia mengangkat kisah perkembangan sepak bola Jepang yang berhasil bangkit dari ketertinggalan karena berani membangun sistem pembinaan yang berbeda dari negara-negara lain. Jepang, kata dia, tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis olahraga, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pendidikan para atlet mudanya.
“Kalau kita hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain, maka kita akan selalu berada di belakang. Jepang bisa berkembang karena mereka berani mengambil jalan yang berbeda dan melakukan inovasi,” katanya.
Menurut Indra, prinsip yang sama dapat diterapkan dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan memadukan kualitas akademik, keterampilan, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia menilai Indonesia memiliki modal yang sangat kuat berupa budaya yang kaya dan nilai spiritual yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Jika seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal melalui pendidikan, maka Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang lebih maju pada masa mendatang.
Pada kesempatan itu, Indra juga mengungkapkan rasa harunya dapat menghadiri wisuda pendidikan anak usia dini. Ia mengaku momen tersebut mengingatkannya pada pentingnya kehadiran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Sebagai seorang pelatih yang selama bertahun-tahun disibukkan dengan tugas membina tim nasional, Indra mengakui bahwa waktu bersama keluarga sering kali terbatas. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak-anak mereka selama masa pertumbuhan.
Menutup pidatonya, Indra Sjafri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan perdana Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta beserta orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan putra-putri mereka.
“Mudah-mudahan anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki karakter yang kuat, dan kelak menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Acara Akhirussanah dan Tasyakuran tersebut menjadi momen bersejarah bagi Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta karena menandai kelulusan perdana murid angkatan pertama sejak lembaga pendidikan tersebut berdiri. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan dengan dihadiri jajaran pengurus yayasan, guru, orang tua, serta para tamu undangan. (Chaidir)







