Tourist Seeking di Malioboro, Melatih Siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul Berani Praktik Bahasa Inggris

YOGYAKARTA – Suasana kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Selasa (9/6/2026), menjadi ruang belajar yang berbeda bagi siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul. Melalui kegiatan bertajuk Tourist Seeking, para peserta Ekstrakurikuler English Club kelas 1 dan 2 mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata paling populer di Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan puncak program English Club yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa. Tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan sosial peserta didik sejak usia dini.

Sebelum berangkat menuju Malioboro, seluruh peserta mengikuti briefing di lapangan sekolah. Kegiatan diawali dengan ikrar bersama yang bertujuan menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar selama mengikuti kegiatan di luar kelas. Selanjutnya, guru memberikan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, tata tertib, serta etika saat berinteraksi dengan masyarakat dan wisatawan. Sebelum keberangkatan, seluruh peserta dan guru juga melaksanakan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh siswa.

Setibanya di Malioboro, para siswa yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan lima hingga tujuh orang mulai menjalankan berbagai tantangan yang telah disiapkan. Dengan didampingi guru, mereka diajak mengamati lingkungan sekitar, mengenal berbagai ikon wisata Malioboro, sekaligus menyelesaikan tugas yang mengharuskan mereka menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata.

Momen yang paling menarik sekaligus menantang terjadi ketika siswa harus mencari dan menyapa wisatawan asing yang sedang berkunjung di kawasan Malioboro. Dengan penuh antusias, mereka memberanikan diri mendekati para turis untuk memperkenalkan diri, menanyakan nama, asal negara, hingga mengajukan beberapa pertanyaan sederhana menggunakan bahasa Inggris.

Meski awalnya tampak malu-malu dan gugup, perlahan rasa percaya diri siswa tumbuh ketika para wisatawan memberikan respons yang ramah dan bersahabat. Senyum bahagia terlihat di wajah para siswa saat mereka berhasil melakukan percakapan sederhana dengan penutur asli maupun wisatawan asing dari berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Muhammad Saiful Bahri, mengatakan bahwa program Tourist Seeking sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang bagi siswa.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar kosakata dan percakapan bahasa Inggris, tetapi juga belajar membangun keberanian untuk berbicara dengan orang baru. Pengalaman bertemu langsung dengan wisatawan mancanegara menjadi sarana efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan komunikasi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran kontekstual seperti ini mampu membantu siswa memahami bahwa bahasa Inggris bukan sekadar mata pelajaran di sekolah, melainkan alat komunikasi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan pengalaman belajar nyata bagi peserta didik.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif, bersemangat, dan menikmati setiap tantangan yang diberikan. Mereka saling bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi, serta saling mendukung saat berinteraksi dengan wisatawan asing. Suasana pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih berani menggunakan bahasa Inggris tanpa takut melakukan kesalahan.

Melalui kegiatan Tourist Seeking ini, SD Islam Al Azhar 38 Bantul berharap peserta didik semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, memiliki keberanian untuk berkomunikasi di ruang publik, serta mampu mengembangkan karakter positif seperti kerja sama, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang. (Umi)