SLEMAN – Wisuda Tahfidz SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta yang digelar di Ballroom Alana Yogyakarta Hotel, Rabu (3/6/2026), berlangsung khidmat dan penuh haru. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan hafalan Alquran, tetapi juga momentum strategis untuk meneguhkan komitmen pendidikan Islam dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan global.
Wakil Ketua Bidang Yayasan Asram sekaligus Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Al Azhar Yogyakarta World Schools, Dr Yogi E Ginanjar Lc MA, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan target hafalan Alquran.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan hafalan Alquran. Semoga hafalan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi mahkota kemuliaan bagi diri sendiri, orang tua, dan keluarga di akhirat,” ujarnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga hafalan. Menurutnya, konsistensi dalam murajaah menjadi kunci utama agar hafalan tetap terjaga sepanjang hayat.
“Menjaga hafalan jauh lebih berat daripada menghafalnya. Karena itu, anak-anak harus terus mengulang dan merawat hafalan agar tetap kuat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yogi turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah membersamai proses panjang anak-anak dalam menghafal Alquran. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesabaran, doa, dan dukungan yang terus mengalir dari keluarga.
Apresiasi juga diberikan kepada para guru tahfidz, ustaz, dan ustazah yang dengan penuh keikhlasan membimbing para siswa. Menurutnya, dedikasi para pendidik tersebut merupakan amal jariyah yang nilainya tidak terhingga.
Yogi menyoroti perjalanan Al Azhar Yogyakarta yang kini telah memasuki usia dua dekade. Ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang sangat cepat, terutama di era digital.
“Pendidikan adalah perubahan. Lembaga yang tidak berinovasi akan tertinggal. Karena itu, kami terus berupaya beradaptasi agar tetap menjadi lembaga pendidikan yang unggul,” katanya.
Ia menegaskan, meskipun terus berkembang menjadi sekolah modern dan berorientasi global, Al Azhar Yogyakarta tetap menjaga jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Hal tersebut tercermin dalam empat fondasi utama pendidikan, yakni penguatan akidah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak mulia, serta penguasaan ilmu pengetahuan.
“Kami ingin melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global, menguasai teknologi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta, Ardian Sinta Budiyono SPd, menegaskan bahwa program Tahfidz menjadi salah satu unggulan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan Alquran tidak hanya bertujuan mencetak hafiz dan hafizah, tetapi juga menyiapkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter Qurani.
“Peradaban besar dimulai dari keluarga dan sekolah. Karena itu, sinergi antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan dalam mendampingi anak-anak menghafal Alquran,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 171 murid lulus munaqasyah dan 162 murid mengikuti Wisuda Tahfidz dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari Juz 30 hingga beberapa juz lainnya. Bahkan, sejumlah murid mampu menambah hafalan hingga empat juz dalam satu tahun, menunjukkan komitmen dan kedisiplinan yang luar biasa.
Ketua Jamiyyah SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta, Siti Mualimah, menyebut momen wisuda ini sebagai puncak dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
“Hari ini kita menyaksikan buah dari kerja keras, kesabaran, dan ketekunan anak-anak dalam menghafal Alquran. Ini bukan proses yang mudah, tetapi mereka mampu melewatinya dengan penuh semangat,” tuturnya.
Ia berharap para wisudawan tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Al Azhar Yogyakarta kembali menegaskan perannya dalam melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa keberkahan bagi umat dan bangsa. (Chaidir)







