- 20 tahun berkembang, Al Azhar Yogyakarta kini memiliki 19 sekolah di empat kampus dengan konsep pendidikan Islam yang dipadukan dengan wawasan global.
- Inovasi pendidikan diwujudkan melalui boarding school modern, laboratorium alam, pembelajaran berbasis praktik, fasilitas berteknologi, serta kolaborasi dengan berbagai negara dan universitas dunia.
- Hasil nyata terlihat dari prestasi sekolah di tingkat nasional, kerja sama internasional yang terus bertambah, serta banyaknya lulusan yang diterima di perguruan tinggi terbaik dunia.
AYWS – Al Azhar Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan Islam yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan wawasan global. Selama dua dekade terakhir, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Asram/BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) berkembang tidak hanya dari sisi jumlah sekolah, tetapi juga melalui transformasi sistem pembelajaran, penguatan karakter, serta jejaring internasional untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs HA Hafidh Asrom MM, saat memberikan sambutan dalam acara Parents Meeting Al Azhar Yogyakarta Boarding School (AYBS) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 AYWS, Kamis (9/7/2026).
Menurut Hafidh Asrom, Al Azhar Yogyakarta Wolrd Schools lahir pada 2005 dengan membuka jenjang Taman Kanak-kanak melalui kerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta. Namun dalam perkembangannya, AYWS membangun karakter pendidikan yang memiliki identitas tersendiri, yakni memadukan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dengan perspektif global.
“Konsep yang kami bangun bukan sekadar mengulang kejayaan Islam masa lalu, tetapi mempersiapkan generasi yang akan mengisi kejayaan Islam pada masa depan,” ujarnya.
Dalam kurun waktu 20 tahun, Al Azhar Yogyakarta berkembang menjadi jaringan pendidikan yang memiliki 19 sekolah di empat kampus. Dua di antaranya mengusung konsep boarding school atau pondok pesantren modern yang berada di Sleman dan Wonosari, Gunungkidul.
Studi ke Turki dan Finlandia
Perkembangan tersebut, kata Hafidh, merupakan hasil dari proses panjang dalam merancang konsep pendidikan masa depan. Pada 2014, AYWS melakukan kajian mendalam mengenai sistem pendidikan ideal dengan mempelajari berbagai model pendidikan terbaik di dunia.
Finlandia menjadi salah satu negara tujuan untuk mempelajari sistem pendidikan yang berpusat pada peserta didik, sementara Turki menjadi referensi dalam membangun pendidikan Islam yang moderat dan maju. Kajian tersebut kemudian diperluas melalui studi ke berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat, Australia, Jerman, hingga Jepang.
Dari berbagai pembelajaran internasional itu, AYWS menyimpulkan bahwa pendidikan masa depan harus mampu mengintegrasikan keunggulan akademik, karakter, kepemimpinan, serta nilai-nilai Islam dalam satu ekosistem pembelajaran yang utuh.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas pendidikan modern. Selain menghadirkan sekolah bertaraf internasional dengan dukungan teknologi digital, AYWS juga mengembangkan boarding school yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, serta pembinaan karakter peserta didik.
Hafidh menjelaskan bahwa lingkungan boarding didukung layanan kesehatan selama 24 jam, tenaga medis, hingga sistem pengasuhan yang dirancang untuk memastikan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi selama tinggal di asrama.
Di bidang pembelajaran, AYWS mengembangkan konsep experiential learning melalui laboratorium alam. Para siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan bercocok tanam, memahami ekosistem, hingga mengelola peternakan.
“Bahkan siswa SMA kami saat ini mengelola peternakan kambing hingga ratusan ekor. Ini menjadi bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemandirian,” katanya.
Ekosistem pendidikan tersebut juga didukung layanan katering yang memproduksi sekitar 4.500 porsi makanan setiap hari untuk seluruh unit sekolah. Penyusunan menu dilakukan bersama ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk memperhatikan kebutuhan khusus peserta didik seperti alergi makanan maupun program puasa Senin-Kamis.
Tidak hanya itu, AYWS terus memperluas fasilitas pembelajaran melalui laboratorium entrepreneur, laboratorium big data dan statistik, laboratorium bahasa, laboratorium alam, area olahraga, mini soccer, rafting edukatif, hingga driving range yang dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan karakter dan jejaring masa depan siswa.
Dalam bidang olahraga, AYWS juga mendapat dukungan dari pelatih nasional Indra Sjafri untuk memperkuat pembinaan sepak bola peserta didik.
Program Sekolah Unggul Garuda
Menurut Hafidh, berbagai inovasi tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada 2026, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta berhasil masuk jajaran Sekolah Unggul Garuda Transformasi tingkat nasional. Selain itu, sejumlah sekolah dalam jaringan AYWS juga mencatatkan prestasi membanggakan, di antaranya SD Islam Al Azhar 55 Yogyakarta yang masuk 10 besar sekolah dasar berprestasi nasional serta SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta yang menempati jajaran sekolah berprestasi menurut Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Di tingkat internasional, lulusan AYWS juga semakin banyak diterima di berbagai perguruan tinggi dunia. Salah satu siswa penghafal 30 juz Al-Qur’an bahkan diterima di universitas ternama di Toronto, Kanada, yang kemudian membuka peluang kerja sama lebih luas bagi lulusan AYWS.
Saat ini sekitar 65 persen lulusan AYWS diterima di perguruan tinggi terbaik dunia. Untuk mendukung target tersebut, AYWS terus memperluas jejaring global dengan menargetkan kerja sama bersama 100 perguruan tinggi internasional. Dalam satu setengah tahun terakhir, sebanyak 18 universitas dari Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Taiwan, dan sejumlah negara lain telah menjalin kemitraan dengan AYWS.
Hafidh menegaskan, seluruh pengembangan yang dilakukan bukan semata membangun sekolah dengan fasilitas modern, melainkan menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi muslim yang unggul, berkarakter, berdaya saing global, sekaligus siap menjadi pemimpin masa depan.
“Semua ikhtiar ini kami lakukan untuk mempersiapkan kader-kader masa depan. Kepercayaan yang diberikan oleh orang tua menjadi amanah yang akan terus kami jaga melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan,” tuturnya. (Chaidir)






