- AYBS mengembangkan konsep “pondok masa depan” yang mengintegrasikan pendidikan akademik, karakter, spiritual, dan kemandirian sesuai potensi setiap santri.
- Program pembinaan disusun berdasarkan asesmen dan cita-cita santri, mulai dari tahfidz, penguasaan bahasa asing, hingga pendampingan prestasi akademik dan kompetisi.
- Tahun Akademik 2026/2027, AYBS menerima 134 santri baru sehingga total santri mencapai 301 orang, dengan peserta didik berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
AYWS – Program boarding atau asrama yang dikenal sebagai Al Azhar Yogyakarta Boarding School (AYBS) menjadi salah satu layanan unggulan yang dikembangkan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan spiritualitas peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Manajer AYBS, Muchammad Iqbal Ghozali MHI, dalam kegiatan Parents Meeting AYBS Tahun Akademik 2026/2027 yang diadakan di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 AYWS, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS Drs HA Hafidh Asrom MM, jajaran Wakil Ketua Bidang BPPH AYWS, kepala satuan pendidikan di lingkungan AYWS, serta orang tua santri baru.
Dalam sambutannya, Iqbal menjelaskan bahwa program boarding dirancang sebagai ruang tumbuh yang terintegrasi dengan program sekolah, baik reguler maupun internasional. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan boarding memungkinkan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan karakter, potensi, serta cita-cita masing-masing.
“Program boarding dihadirkan sebagai fasilitas bagi orang tua yang menginginkan putra-putrinya tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mandiri, dan matang secara spiritual dalam lingkungan yang terarah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan antara program reguler dan internasional bukan semata-mata pada kurikulum, melainkan pada pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Konsep tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang saat ini menjadi arah pengembangan pendidikan, yakni memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensi unik yang dimilikinya.
Pesantren Prestasi
Lebih lanjut, Iqbal memperkenalkan konsep AYBS sebagai “pesantren prestasi”, sebuah lingkungan pendidikan yang dirancang untuk membantu santri meraih kesuksesan sesuai minat, bakat, dan cita-citanya.
Karena itu, sejak awal orang tua diajak berdialog untuk menyampaikan harapan terhadap masa depan putra-putrinya, baik yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer, Akademi Kepolisian, perguruan tinggi terbaik di Indonesia, maupun universitas internasional dan lainnya.
“Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, kami akan melakukan asesmen bersama tim, termasuk psikolog, untuk memetakan kesiapan dan potensi anak. Dari hasil asesmen tersebut, kami menyusun program pembinaan yang terarah sehingga boarding, sekolah, dan orang tua dapat berjalan dalam satu visi yang sama,” jelasnya.
Menurutnya, setiap santri akan memperoleh pendampingan yang berbeda sesuai target yang ingin dicapai. Sebagai contoh, santri yang menargetkan hafalan Al-Qur’an minimal 15 juz akan mengikuti program tahfidz dengan alokasi waktu dan pola pembinaan yang lebih intensif dibandingkan program reguler.
Demikian pula bagi santri yang ingin memperkuat kemampuan bahasa asing. Boarding menyediakan lingkungan berbahasa yang didampingi musyrif dan musyrifah sehingga penggunaan bahasa asing menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Di bidang akademik maupun nonakademik, AYBS juga memberikan dukungan penuh kepada santri yang ingin mengembangkan prestasi melalui berbagai program, seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR), Olimpiade Sains Nasional (OSN), maupun kompetisi lainnya. Pendampingan dilakukan melalui tambahan waktu belajar, bimbingan khusus, hingga fasilitas les privat apabila diperlukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Dengan konsep tersebut, boarding bukan hanya berfokus pada pembelajaran Alquran, kitab, ataupun bahasa semata. Kami ingin membangun sebuah pondok masa depan, tempat setiap anak dibimbing untuk meraih cita-cita yang telah dirancang bersama oleh orang tua, sekolah, dan manajemen boarding,” katanya.
Santri Berbagai Penjuru Indonesia
Pada kesempatan itu, Iqbal juga memaparkan perkembangan jumlah santri baru AYBS pada Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 23 santri berasal dari SMA Islam Al Azhar 34, 35 santri dari SMP Islam Al Azhar 26, 14 santri dari SMP Islam Al Azhar 67 International, serta 56 santri dari SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. Dengan demikian, jumlah santri baru yang bergabung mencapai 134 orang, sementara total santri yang saat ini menempuh pendidikan di AYBS mencapai 301 orang.
Ia menambahkan, komposisi asal daerah santri menunjukkan bahwa AYBS semakin dipercaya masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 53 persen santri berasal dari Pulau Jawa dan Bali, 19 persen dari Sumatera, 15 persen dari Kalimantan, tujuh persen dari Daerah Istimewa Yogyakarta, serta enam persen berasal dari Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah lainnya.
“Keberagaman ini menjadi bukti bahwa Al Azhar Yogyakarta Boarding Schools telah menjadi pilihan keluarga dari berbagai daerah yang menginginkan pendidikan berkarakter sekaligus berorientasi pada prestasi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Iqbal mengajak seluruh orang tua untuk membangun kemitraan yang erat dengan pihak boarding selama proses pendidikan berlangsung. Ia berharap para orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada manajemen boarding agar proses pembentukan karakter dan kemandirian santri dapat berjalan secara optimal.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh orang tua. Ketika putra-putri telah dititipkan kepada kami, berikanlah kepercayaan kepada manajemen boarding. Hindari komunikasi yang terlalu intens selama masa adaptasi karena hal tersebut dapat memengaruhi proses penyesuaian mereka di asrama. Jika ada hal yang perlu disampaikan, silakan berkoordinasi dengan ustaz maupun ustazah pembimbing. Insyaallah kami akan terus memberikan pendampingan dan laporan perkembangan terbaik bagi putra-putri Bapak dan Ibu,” ujarnya. (Chaidir)






