- SD Islam Al Azhar 38 Bantul menggelar pembinaan dan rapat kerja untuk menyatukan visi serta memperkuat komitmen seluruh guru dan karyawan.
- Penekanan pada pelayanan prima, growth mindset, serta peran guru dalam mendidik, membina, dan mengajar secara seimbang.
- Sekolah berkomitmen menghadirkan pendidikan unggul berbasis nilai Islam untuk mencetak generasi berkarakter dan berprestasi.
AYWS – Menyambut dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027, SD Islam Al Azhar 38 Bantul menggelar kegiatan pembinaan dan rapat kerja yang diikuti seluruh guru dan karyawan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta mempersiapkan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.
Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, M. Saiful Bahri, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan. Ia menyampaikan tiga prinsip utama yang harus menjadi pegangan seluruh guru dan karyawan, yaitu memberikan pelayanan prima, memiliki respons yang cepat terhadap berbagai kebutuhan, serta membangun komunikasi, relasi, dan kemampuan bernegosiasi yang saling berkaitan dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan hendaknya diniatkan sebagai bentuk ibadah. Dengan niat yang baik, setiap pekerjaan tidak hanya menjadi tanggung jawab profesional, tetapi juga bernilai amal di hadapan Allah SWT.
Pada sesi pembinaan, Wakil Bidang Akademik AYWS, Suhartini, M.Pd., mengangkat tema “Menguatkan Komitmen, Menghadirkan Kualitas.” Ia mengajak seluruh guru untuk siap menjalankan amanah di mana pun ditempatkan dengan penuh keikhlasan dan semangat untuk terus belajar.
Menurutnya, hakikat seorang guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru memiliki peran yang jauh lebih luas, yaitu mendidik, membina, dan mengajar. Ketiga peran tersebut harus berjalan seiring agar murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Ia menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah besar yang dititipkan oleh orang tua kepada sekolah. Karena itu, setiap guru harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Setiap kebaikan yang dilakukan dalam mendidik akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sedangkan setiap kekeliruan harus dihindari karena dapat berdampak pada tumbuh kembang murid.
Suhartini juga mengingatkan bahwa setiap tantangan dan persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu memiliki growth mindset, yaitu pola pikir yang terbuka untuk terus belajar, berkembang, beradaptasi, dan mencari solusi dalam setiap keadaan. Guru tidak boleh berhenti belajar karena kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman terus berubah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mengenali, mendampingi, dan mengembangkan potensi tersebut agar setiap murid mampu tumbuh sesuai keunikannya dan memiliki bekal untuk bertahan serta sukses di masa depan.
Sebagai bekal memasuki awal pembelajaran, Suhartini mengingatkan para guru untuk memperhatikan tiga hal penting, yaitu menyusun kontrak belajar bersama murid, menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak awal proses pembelajaran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas agar peserta didik memahami arah dan target pembelajaran yang akan dicapai.
Ia juga mendorong seluruh guru untuk terus mengembangkan teknik, model, strategi, dan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Kreativitas dan inovasi di dalam kelas menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berkualitas.
Melalui kegiatan pembinaan dan rapat kerja ini, SD Islam Al Azhar 38 Bantul berharap seluruh guru dan karyawan memiliki semangat baru dalam memberikan pelayanan pendidikan yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan komitmen yang kuat serta kerja sama yang baik, sekolah optimistis dapat menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, serta siap menghadapi masa depan. (Umi)






