Bupati Sleman Apresiasi Komitmen AYWS Tingkatkan Kualitas Pendidikan

  • Apresiasi Bupati Sleman: Harda Kiswaya mengapresiasi AYWS yang konsisten memberikan penghargaan kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa.
  • 21 tahun perkembangan AYWS: Hafidh Asrom memaparkan perjalanan sejak 2005 hingga kini berkembang menjadi 19 unit pendidikan di bawah Yayasan Asram.
  • Bidik pendidikan global: YHAY mengembangkan lembaga pendidikan di sejumlah daerah, termasuk rencana sekolah berbasis Mandarin dan International Baccalaureate (IB) di Gunungkidul.

AYWS — Bupati Sleman H Harda Kiswaya mengapresiasi konsistensi Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) dalam memberikan penghargaan kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa berprestasi. Menurutnya, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi seluruh elemen pendidikan yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Harda Kiswaya dalam sambutannya pada acara Pemberian Penghargaan dan Pengumuman Lomba Keluarga Besar Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) di Auditorium Al Hafidh Kampus 1 AYWS, Rabu (19/8/2026).

Harda menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh siswa, tetapi merupakan hasil kolaborasi antara kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua, dan pemerintah. “Keberhasilan pendidikan itu sangat dipengaruhi komitmen dari kepala sekolah, guru, karyawan, dan pemerintah,” ujar Harda.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan AYWS menjadi langkah positif karena memberikan apresiasi kepada mereka yang selama ini bekerja dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Harda menegaskan, berbagai prestasi yang diraih siswa tidak dapat dilepaskan dari peran kepala sekolah, guru, dan karyawan. Ia mencontohkan keberhasilan siswa AYWS yang mampu melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri sebagai buah dari proses pendidikan yang dilakukan secara konsisten.

“Tanpa kepala sekolah, tanpa guru, tanpa karyawan yang betul-betul ikhlas mengelola segala bentuk layanan pendidikan, tidak mungkin anak-anak berprestasi,” katanya.

Harda berharap pendidikan di AYWS tidak hanya melahirkan anak-anak yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan iman dan nilai moral yang kuat.

Ia berharap para siswa AYWS kelak mampu mengambil peran dalam mengelola bangsa dan negara dengan menjunjung tinggi aturan serta memiliki integritas. Generasi muda, menurutnya, harus dipersiapkan agar mampu membawa perubahan dan ikut membangun Indonesia menjadi negara yang lebih makmur dan sejahtera.

“Harapan kami, anak-anak ini nantinya bisa membenahi dan mengelola negara di zamannya, jauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan,” ungkapnya.

Harda juga menyampaikan apresiasi kepada AYWS yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sleman. Ia berharap berbagai program pendidikan yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.

Dari AYWS ke HAWS

Sementara itu, Ketua Yayasan Asram (Yasram) Drs HA Hafidh Asrom MM memaparkan perjalanan panjang pengembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yasram. Ia menjelaskan, pengembangan tersebut dimulai sejak 2005 melalui pendirian TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta.

Dari satuan pendidikan tingkat taman kanak-kanak, pengembangan kemudian berlanjut ke jenjang SD, SMP, SMA, boarding, hingga pondok pesantren. Saat ini, lembaga pendidikan di bawah naungan Yasram telah berkembang menjadi 19 unit.

Hafidh mengatakan, perjalanan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk membangun lembaga pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi menghadapi tantangan masa depan.

“Dari awal kami mulai tahun 2005 dengan TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Kemudian berkembang ke jenjang berikutnya, sampai sekarang sudah ada 19 unit, termasuk sekolah, boarding, dan pondok pesantren,” jelasnya.

Pengembangan pendidikan, lanjut Hafidh, saat ini juga diperluas melalui lembaga Pendidikan Hafidh Asrom World Schools di bawah naungan Yayasan Hafidh Asrom Yogyakarta (YHAY). Sejumlah pengembangan telah dilakukan di Magelang, Kota Yogyakarta, Kalasan Sleman, serta Beji, Patuk, Gunungkidul.

Hafidh menjelaskan, pengembangan tersebut tidak sekadar memperluas jumlah satuan pendidikan, tetapi juga menghadirkan model pendidikan dengan karakter dan keunggulan yang berbeda. Salah satu rencana pengembangan berada di Gunungkidul. Di wilayah tersebut akan didirikan sekolah dengan basis pembelajaran bahasa Mandarin atau China, serta sekolah berbasis International Baccalaureate (IB).

Menurut Hafidh, pengembangan dua pendekatan pendidikan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk membekali peserta didik dengan wawasan internasional. Penguasaan bahasa Mandarin dipandang penting untuk memahami salah satu kekuatan ekonomi dan peradaban dunia, sementara pendidikan berbasis IB diarahkan untuk membangun perspektif global peserta didik.

Hafidh mengibaratkan pengembangan tersebut seperti menghadirkan dua negara adikuasa dunia dalam bidang pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, ia berharap generasi yang dihasilkan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan bersaing dalam lingkungan global.

Ia menambahkan, perjalanan dan perkembangan lembaga pendidikan tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara yayasan, pimpinan sekolah, guru, karyawan, orang tua, pemerintah, dan seluruh keluarga besar AYWS menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Karena itu, menurut Hafidh, pemberian penghargaan kepada kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa memiliki makna penting. Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar AYWS untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ketua Pembina Yayasan Asram (Yasram) Eny Yustini SE, pimpinan BPPH AYWS, pimpinan Jam’iyah AYWS, serta orang tua murid.

Melalui kegiatan tersebut, AYWS menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendidikan yang berpijak pada nilai-nilai Islam, sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk memiliki wawasan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan global. (Chaidir)