SLEMAN – Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs Hafidh Asrom MM, menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan wawasan global peserta didik sejak usia dini.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Akhirussanah dan Tasyakuran lulusan perdana Al Azhar 60 Early Years Programme (EYP) Yogyakarta di Auditorium Al Hafidh Kampus 1 AYWS, Minggu (7/6/2026).
Dalam sambutannya, Hafidh Asrom menyampaikan bahwa perkembangan dunia yang semakin cepat menuntut lembaga pendidikan untuk terus berinovasi. Karena itu, Yayasan Asram terus mengembangkan berbagai program pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.
Menurutnya, sejumlah inovasi yang dikembangkan AYWS lahir dari berbagai pengalaman dan studi yang dilakukan ke beberapa negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
“Kami terus belajar dari berbagai negara yang telah berhasil membangun sistem pendidikan yang baik. Namun bukan untuk meniru sepenuhnya, melainkan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan dan budaya Indonesia,” kata Hafidh Asrom.
Ia menjelaskan, salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah pembelajaran berbasis alam (nature-based learning). Melalui konsep tersebut, anak-anak diajak mengenal lingkungan secara langsung melalui kegiatan menanam, memelihara tanaman, mengenal peternakan, hingga memahami proses produksi pangan.
Menurut Hafidh Asrom, pengalaman belajar seperti itu penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghargaan terhadap kerja keras para petani dan pelaku usaha pangan.
“Anak-anak harus mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi berasal dari proses yang panjang. Dengan begitu mereka akan belajar menghargai alam, menghargai pekerjaan orang lain, dan memiliki empati yang lebih baik,” ujarnya.
Selain pengembangan pembelajaran berbasis alam, AYWS juga terus menambah berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Di antaranya kawasan edukasi terpadu yang dilengkapi area pertanian, peternakan, kolam ikan, sarana olahraga, hingga ruang belajar luar kelas yang memungkinkan peserta didik belajar dalam suasana yang lebih dekat dengan alam.
Siapkan Kawasan Pendidikan Internasional
Hafidh Asrom mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan pendidikan internasional yang akan mengintegrasikan penguasaan bahasa asing dengan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
“Kami ingin membangun generasi yang mampu bersaing secara global tetapi tetap memiliki akhlak dan jati diri yang kuat. Karena itu pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam setiap program yang kami kembangkan,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa kawasan pendidikan yang sedang disiapkan nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pusat pelatihan, vila edukasi, pondok pesantren, hingga sarana pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik maupun masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Hafidh Asrom juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Akhirussanah dan Tasyakuran lulusan perdana Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta. Ia menilai momen tersebut menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan AYWS tersebut.
“Ini adalah angkatan pertama yang menjadi bagian dari sejarah Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta. Terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah membersamai tumbuh kembang anak-anak selama proses pendidikan berlangsung,” tuturnya.
Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal karakter yang baik, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang.
“Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, mencintai ilmu, menghormati orang tua dan guru, serta kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” pungkasnya. (Chaidir)







